Obligasi Bakrie & Brothers Rp 1 Triliun untuk Bayar Utang

Obligasi Bakrie & Brothers Rp 1 Triliun untuk Bayar Utang

Whery Enggo Prayogi - detikFinance
Sabtu, 20 Agu 2011 13:38 WIB
Obligasi Bakrie & Brothers Rp 1 Triliun untuk Bayar Utang
Jakarta - PT Bakrie & Brothers Tbk (BNBR) berniat menerbitkan surat utang alias obligasi senilai Rp 1 triliun di akhir tahun 2011. Obligasi digunakan untuk membiayai kembali (refinancing) utang US$ 600 juta kepada Credit Suisse yang akan jatuh tempo di Maret 2012.

Demikian disampaikan Direktur Keuangan BNBR Eddy Soeparno, Bakrie Tower, Jalan HR Rasuna Said Jakarta, Jumat (20/8/2011) malam.

"Kita ada rencana, mudah-mudahan bisa di akhir tahun. Nilainya enggak langsung besar minimum Rp 1 triliun. Kami sedang melakukan pemeringkatan ke Pefindo," jelas Eddy.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Penerbitan obligasi menjadi bagian dari refinancing utang BNBR sebesar US$ 600 juta yang akan jatuh tempo awal tahun depan. Obligasi ini berarti mengkandaskan niat perseroan sebelumnya untuk menerbitkan global bonds.

Struktur obligasi, lanjut Eddy, memiliki jangka waktu tiga waktu. Namun ia belum sampai menunjuk penjamin emisi (underwriter) obligasinya. "Belum sampai situ. Namun jika bisa akhir tahun ini akan terbit," tuturnya.

Selain menerbitkan obligasi, BNBR juga terus melanjutkan debt to asset settlement untuk menutupi medium structured notes (MSN) yang masih tersisa. Hingga semester I perseroan telah melakukan debt to asset settlement Rp 1,2 triliun dari total Rp 3,2 triliun.

"Sisanya akan kami settlement pada triwulan III ini dengan satu pihak. Aset-aset itu terbagi dalam beberapa anak usaha perseroan. Macam-macam ada Bakrie Telecom, Bakrie Sumatera Plantation, dan lainnya. Tiap kreditur punya yang beda-beda," tegas Eddy.

Pelunasan MSN melalui debt to asset settlement, dilakukan sebelum jatuh tempo di Januari 2012. Atas kemampuan sebagian settlement Rp 1,2 triliun tersebut, perseroan mendapatkan forgiveness interest Rp 362 miliar.

"Karena sudah buyback sebelum jatuh tempo di 20 Januari 2012, jadi ada potongan bunga dan dicatatkan sebagai pendapatan," ungkapnya.

(wep/ang)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads