"Saya berpikirnya kondisi ini berdampak tak positif bagi kita," ujar Humas Taman Impian Jaya Ancol Metiyan Harahap saat dihubungi detikFinance, Minggu (25/9/2011).
Pihak manajemen juga menyatakan selama ini melakukan pengelolaan tempat rekreasi sesuai dengan prosedur. Insiden di lokasi kanal luncur Atlantis tak dikehendaki oleh pengelola.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Meski demikian Metiyan mengatakan pasca kejadian tersebut, para pengunjung masih bermain di kawasan wahana Atlantis. Wahana Atlantis pun masih dibuka secara normal.
"Kondisinya sekarang masih positif, soal selanjutnya setelah kejaidan ini kita akan lihat. Kami pengelola sangat menyayangkan kejadian ini," katanya.
Ia mengatakan pihaknya sudah melakukan penanganan kepada para korban luka. Biaya pengobatan akan ditanggung oleh manajemen karena sudah masuk dalam paket asuransi.
Dikatakannya pihaknya akan segera memperbaiki dekorasi wahana yang runtuh. Namun sampai saat ini manajemen Ancol belum mengetahui apa penyebab vero cement tersebut bisa runtuh.
Menurutnya insiden tersebut bukan karena masalah infrastruktur dari wahana kanal luncur, namun berasal dari dekorasi yang mengalami runtuh. "Kondisi saat ini sedang dianalisis penyebabnya," katanya.
Pihak kepolisian mencatat setidaknya ada empat orang mengalami luka-luka ringan akibat robohnya dekorasi yang terbuat dari vero cement tersebut.
Pihak PT Pembangunan Jaya Ancol selalu pengelola Taman Impian Jaya Ancol merupakan salah satu perusahaan yang melantai di Bursa Efek Indonesia (BEI). Dari sisi kinerja perseroan mencatat pertumbuhan pendapatan menjadi Rp 427,36 miliar pada semester I-2011 dari sebelumnya Rp 376,85 miliar tahun lalu.
Emiten berkode PJAA itu berhasil menekan laju beban pokok dan beban langsung dari Rp 221,27 miliar di tahun lalu menjadi Rp 224,1 miliar tahun ini. Rasio beban terhadap pendapatannya menjadi lebih kecil di tahun 2011 ketimbang tahun lalu.
(hen/hen)











































