Menurunnya perolehan laba di tahun 2011 ini dikarenakan BUMN konstruksi ini harus membayar bunga bank dari hasil pinjaman yang telah direalisasikan.
"Tahun 2011 ini target laba Rp 184 miliar karena kenaikan bunga bank karena kami menjalani proyek sinergi dengan BUMN, sehingga kami harus mendanai itu dari finansial bank," ungkap Direktur Utama ADHI, Kiswodarmawan di sela RDP dengan Komisi VI DPR, Senin (10/10/2011).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sedangkan untuk total penjualan di 2011 ADHI menargetkan dapat merealisasikan penjualan hingga Rp 8,5 triliun. Meningkat dibandingkan pada Tahun 2010 yang sebesar Rp 5,67 triliun.
"Untuk mendukung perolehan realisasi penjualan dan laba ADHI merespons positif kebijakan Kementerian BUMN untuk program sinergi. Adapun ADHI akan kerjasama dalam pengembangan aset idle BUMN seperti Pertamina dan Jamsostek dalam pengembangan properti serta kerjasama pengembangan bisnis dengan IPP Pusri, AP-2 dan Jasa Marga," papar Kiswodarmawan.
Kiswodarmawan menambahkan di 2011 ADHI menargetkan akan menyetor dividen kepada kas negara sebesar Rp 29,71 miliar.
ADHI juga terus mengembangkan proyek infrastruktur dengan menyelesaikan beberapa proyek penting seperti Jalan Tol Benoa dan Jalan Tol Gempol-Pasuruan.
(dru/dnl)











































