Adaro 'Caplok' Bukit Enim Energy US$ 46 Juta

Adaro 'Caplok' Bukit Enim Energy US$ 46 Juta

- detikFinance
Selasa, 18 Okt 2011 18:24 WIB
Adaro Caplok Bukit Enim Energy US$ 46 Juta
Jakarta - PT Adaro Energy Tbk (ADRO) resmi mengakuisisi 46% saham PT Bukit Enim Energy (BEE) US$ 46 juta. Kepemilikan dilakukan melalui anak usaha Adaro, PT Alam Tri Abadi (ATA).

Menurut Presiden Direktur Adaro Energy, Garibaldi Thohir, ATA telah menandatangani perpindahan saham BEE senilai US$ 46 juta. Pemilik 46% saham BEE adalah Lucky Star Coporation, Oriental Holdings Ltd., and BrightPath Corp.

Setelah transaksi, perseroan memiliki 61,04% saham BEE secara tidak langsung. Sisanya 20% dimiliki PT Pamapersada Nusantara, 13,93% milik PT Triputra Utama Selaras, dan PT Bumi Alam Sejahtera 5,04%.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Transaksi ini bukan dikategorikan transaksi material ataupun transaksi yang memiliki benturan kepentingan," jelasnya dalam rilis yang dipublikasikan di Jakarta, Selasa (18/10/2011).

Garibaldi menyatakan, langkah ini menjadi bagian dari rencana Adaro dalam mengembangkan batubara di Sumatera Selatan.

"Akuisisi ini, bersama dengan dua akuisisi lain yang telah diumumkan sebelumnya, merupakan bagian dari komitmen kami untuk mengembangkan cadangan batubara di wilayah ini, dan pada saat yang bersamaan dapat memberikan manfaat kepada masyarakat setempat," ungkapnya.

BEE adalah perusahaan tambang batubara greenfield di Muara Enim, Sumatera Selatan. BEE merupakan pemegang Izin Usaha Pertambangan (IUP) selama 20 tahun yang berlaku sejak Maret 2011. Area konsesi BEE seluas 11.130 ha.

Marston sebagai konsultan pertambangan internasional membantu melakukan studi potensi geologi batubara. Dibutuhkan kegiatan pengeboran tambahan dan juga analisis batubara sebelum pernyataan mengenai sumber daya dan cadangan yang sesuai dengan JORC dapat diterbitkan.

"Kegiatan pengeboran dan analisis batubara untuk mendukung pernyataan JORC akan dilakukan pada 2012. BEE merupakan salah satu dari beberapa peluang akuisisi, yang sejalan dengan pertumbuhan organik, akan membantu Adaro Energy untuk mencapai kapasitas produksi 80 juta ton per tahun," imbuhnya.

(wep/dnl)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads