Hal ini disampaikan Direktur Invesment Banking PT Danatama Makmur Vicky Ganda Saputra di Jakarta, Senin (24/10/2011).
Perseroan akan menjual 2,286 miliar lembar saham seri A. Dengan asumsi harga tertinggi yang dipakai sebagai patokan IPO, maka Visi Media maksimal bisa meraup dana mencapai Rp 697,230 miliar.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Jumlah waran yang ditawarkan pun berlipat menjadi 1,02 miliar lembar. Waran ditawarkan pada kisaran harga Rp 300- 310. Upsize waran tersebut dipastikan tidak menyalahi aturan yang ada.
"Perusahaan menawarkan waran sebanyak-banyaknya 1,02 miliar waran seri 1," ungkap Vicky.
Waran dapat dieksekusi selama 12 bulan, mulai 17 Mei 2012 sampai 16 Mei 2013. Jika seluruh waran terserap publik, maka total dana yang bisa dikumpulkan mencapai Rp 1 triliun. Komisaris Utama Viva Media Asia Anindya Bakrie juga optimis proses IPO berjalan lancar, dengan melihat kondisi market yang mulai stabil.
Dana hasil IPO sekitar 40% untuk pembayaran utang kepada Credit Suisse AG, Cabang Singapura, dengan nilai sekitar US$ 54 juta. Lalu sebanyak 40% sisanya akan digunakan untuk belanja modal terkait pengembangan anak usaha perseroan. Sisanya 20% disiapkan untuk modal kerja perseroan dan anak usahanya.
Bertindak sebagai penjamin emisi efek adalah PT Ciptadana Securities dan PT Danatama Makmur. Masa penawaran awal saham dimulai 18-26 Oktober, dengan perkiraan masa penawaran di 8-10 November. Penjatahan di 14 November, dan distribusi elektronik dan pengembalian uang di 15 November.
Hingga September 2011 perseroan telah mencatat pendapatan Rp 700 miliar, dari target Visi Media di 2011 Rp 1 triliun. Untuk mencapai target, perseroan akan memaksimalkan bisnis web community di bidang sepak bola dan hiburan.
(wep/ang)











































