Hal ini disampaikan Direktur ABM Investama Syahnan Poerba di Jakarta, Kamis (26/10/2011). "Kita melihat marketnya masih jelek atau bagaimana. Kan ada ekonom yang menilai market masih akan fluktuatif higga akhir tahun," jelasnya.
ABM Investama memang telah mengajukan dokumen IPO ke Badan Pengawas Pasar Modal dan Lembaga Keuangan (Bapepam-LK) sejak pertengahan tahun. Perseroan akan menawarkan saham 20% kepada publik, dengan target dana minimal US$ 300 juta.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kalau marketnya fluktuatif, kemungkinan begitu (IPO tertunda). Kita belum bisa menuturkan hasilnya kapan. Tapi harapannya tetap bisa terlaksana, kalau tidak akhir tahun ini, ya tahun depan," ungkapnya.
(wep/ang)











































