Meski investor masih bertanya-tanya mengenai impelementasi penanganan krisis tersebut, tapi tampaknya sudah cukup puas dengan perkembangan yang ada. Penguatan kali ini merupakan yang terpanjang di sepanjang tahun 2011.
Indeks S&P 500 naik 3,7% dalam sepekan. Indeks acuan tersebut sempat menguat selama tujuh pekan berturut-turut di hingga dua pekan pertama Januari tahun ini.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Tidak adanya penjualan saham besar-besaran itu sama saja dengan sebuah sinyal positif," kata Managing Director Global Investment Solutions Morgan Stanley Smith Barney di Chicago, Andrew Slimmon, dikutip dari Reuters (29/10/2011).
"Kita mendapat musim laporan keuangan yang baik, sehingga investor lebih fokus ke situ ketimbang memperhatikan apa yan terjadi di Eropa," tambahnya.
Indeks Dow Jones bertambah 22,56 poin (0,18%) ke level 12.231,11. Indeks Standard & Poor's 500 naik 0,49 poin (0,04%) ke level 1.285,08. Indeks Komposit Nasdaq tumbuh 1,48 poin (0,05%) ke level 2.737,15.
Volume perdagangan sekitar 7,71 miliar lembar ditransaksikan di New York Stock Exchange, NYSE Amex dan Nasdaq, lebih rendah dari rata-rata transaksi harian 8,03 miliar.
Saham-saham yang melemah justru lebih banyak ketimbang yang menguat di NYSE, sebanyak 1.505 turun sementara 1.475. Hal itu terjadi juga di indeks Nasdaq, saham melemah 1.406 dibanding yang menguat 1.114.
(ang/ang)











































