"Kita kan istilahnya disuruh orang tua (Kementerian BUMN) untuk akuisisi. Nah, kita harus berpikir dulu secara bisnis, kita cek dulu dan bahas secara mendalam," kata Sekretaris Perusahaan WIKA Natal Argawan ketika dihubungi detikFinance, Sabtu (29/10/2011).
Menurutnya, jika pembahasan manajemen sudah dilakukan, maka hasilnya akan diumumkan pada keterbukaan informasi di Bursa Efek Indonesia (BEI). Aksi korporasi ini tidak memerlukan persetujuan Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) karena tak bersifat material.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dengan demikian, ia menyatakan, perseroan belum menganggarkan sejumlah dana untuk akuisisi tersebut, begitu pula dengan target waktu rampungnya akuisisi tersebut.
Seperti diketahui sebelumnya, Menteri BUMN yang baru, Dahlan Iskan, sudah punya skema untuk menyelamatkan BUMN yang masih rugi alias 'dhuafa'. Salah satunya dengan cara diakuisisi oleh BUMN yang kuat.
Rencana akuisisi ini sudah disepakati dalam rapat pimpinan Kementerian BUMN 25 Oktober lalu. Alternatif ini dipandang lebih cepat dibanding mendirikan perusahaan baru.
(ang/nrs)











































