Menurut Direktur dan Sekretaris Perusahaan BUMI Dileep Srivastava, utang tersebut dibayar melalui pembiayaan kembali (refinancing) dari sindikasi perbankan yang terdiri dari Bank of America Merrill Lynch, Deutsche Bank, Barclays Bank, dan JP Morgan.
Atas refinancing tersebut, salah satu usaha Grup Bakrie itu mendapat bunga CA LIBOR 6%. Ia mengatakan, pembayaran tahap pertama ini seharusnya jatuh tempo pada 30 September 2013, maka pelunasan kali ini hampir dua tahun lebih cepat.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sebelumnya, Bumi sempat menunda rencana percepatan bayar utang itu dari niatan awal di Oktober tahun ini. Total utang yang didapat Bumi dari CIC sebelumnya sebesar US$ 1,9 miliar atau sekitar Rp 16,15 triliun.
Hingga akhir tahun ini, perusahaan tambang itu membidik produksi batubara 66 juta ton, 10% lebih tinggi dari produksi tahun lalu. Perseroan juga berniat ekspansi produksi hingga 100 juta ton batubara di 2014.
(ang/dnl)











































