Nasib Dana Nasabah Falcon Belum Jelas

Nasib Dana Nasabah Falcon Belum Jelas

- detikFinance
Kamis, 10 Nov 2011 18:40 WIB
Nasib Dana Nasabah Falcon Belum Jelas
Jakarta - PT Bank CIMB Niaga Tbk (BNGA) tidak dapat memastikan nasib dana nasabah PT Falcon Asia Resources Management yang digelapkan manajemen Falcon. Selaku bank kustodian atas produk investasi Reksa Dana Falcon Asia Optima Plus (RD FAOP), BNGA tidak tahu pasti berapa nilai kerugian yang dialami investor.

Hal ini disampaikan Sn. VP Head of Securities Services CIMB Niaga Agus Susanto di Graha Niaga, Jalan Jenderal Sudirman, Jakarta, Kamis (10/11/2011).

"Apa risiko terburuk? Terus terang kami tidak tahu berapa besar, kerugian yang diderita," katanya.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Agus menambahkan, atas hasil pertemuan terakhir dengan manajemen FARM yang dipimpin Samsul Arifin dan Hendri Wijaya, Falcon berjanji akan merestrukturisasi kewajibannya. Kedua nama diatas merupakan perwakilan dari pemegang saham FARM.

"Pada pertemuan di 6 Mei di Sari Pan Pacific, atas undangan FARM, dia bersedia restrukturisasi. Dan mereka akui memalsukan tanda tangan investor saat pencairan," terangnya.

Yang bisa dilakukan CIMB Niaga adalah memfasilitasi investor untuk melaporkan tindak penggelapan manajemen FARM ke Bareskrim Polri. Perseroan bankan pro aktif menanyakan nasib dana kelolaan Falcon yang jauh dari batas minimal.

Seperti pada pertemuan BNGA dengan investor Falcon sebelumnya, mereka sepakat untuk menuntut tanggung jawab Falcon. Hasilnya, pada 11 Maret CIMB Niaga melaporkan manajemen Falcon dan PT Falcon Asia ke Kepolisian.

"Kami mendorong upatya agar kasus bisa cepat selesai, tuntas, dengan cara cepat, adil dan transparan," tambah Corporate Secreatry BNGA, Harsya Denny Suryo.

"Segala yang telah kami lakukan sudah sesuai dengan aturan. Termasuk, pencairan dalam reksa dana pada umumnya. Ketentuan administrasi dipenuhi. Dana Kontrak Investasi Kolektif (KIK), yang berhubungan langsung adalah MI dan investor. Kami tidak memiliki kewajiban berhubungan langsung ke investor," tutur Harsya.

CIMB Niaga bukan lembaga baru yang ditunjuk sebagai bank kustodian dalam industri reksa dana. Sejak didapatkan status bank kustodian di 1991, hingga kini total dana kelolaan yang tersimpan di BNGA Rp 138 triliun.

Total dana kelolaan ini terdiri dari investasi reksa dana Rp 16 triliun, dan non reksa dana Rp 122 triliun. Market share BNGA hingga Agustus 2011 (berdasarkan aset) sekitar 11% dari total aset industri reksa dana RP 155 triliun.

(wep/ang)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads