Sekitar 16,67 juta lembar yang setara dengan 1% saham IPO siap dijajakan kepada investor ritel di Rasuna Epicentrum, Jakarta, karena yang 99% jatah saham IPO sudah habis dibeli investor institusi
Executive Director of Investment Banking PT Danatama Makmur, Vicky ganda Saputra menjelaskan pada penawaran awal (bookbuilding) sebelumnya, 99% saham yang akan ditawarkan kepada publik telah terserap oleh pasar. Profil investor yang membeli saham VIVA adalah institusi.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Saat proses bookbuilding sebelumnya, pada 18-28 Oktober, minar investor cukup tinggi. Dimana terjadi permintaan berlebih sekitar 5,34 kali. Para pembeli adalah mereka yang berasal dari Singapura, Hong Kong dan Indoneesia.
Hanya sedikit investor asal Eropa dan Amerika Serikat yang menyerap saham perdana Viva. Perseroan tidak mau mengambil risiko untuk menjual saham dalam jumlah yang banyak.
"Kita juga mengalami keterbatasan dalam kepemilikan asing," paparnya.
Seperti disampaikan perseroan sebelumnya, induk usaha TvOne itu akan menawarkan 1,667 miliar saham seri A atau setara 10,78% dari total modal disetor.
Bersamaan dengan penawaran ini, perseroan juga menerbitkan 1 miliar lembar Waran Seri I dengan harga pelaksanaan Rp 305 per lembar. Target dana dari hasil penerbitan waran ini mencapai Rp 305 miliar.
Waran tersebut bisa ditransaksikan selama 12 bulan mulai 22 Mei 2012 sampai 21 Mei 2013. Setiap pemegang satu waran berjak untuk membeli satu saham seri A.
Dana hasil penawaran umum ini akan digunakan perseroan untuk membayar utang kepada Credit Suisse AG, Cabang Singapura, dengan nilai sekitar US$ 54 juta atau 40% dari dana hasil jual saham di bursa.
Lalu sebanyak 40% sisanya akan digunakan untuk belanja modal terkait pengembangan anak usaha perseroan. Sisanya 20% disiapkan untuk modal kerja perseroan dan anak usahanya.
Bertindak sebagai penjamin emisi efek adalah PT Ciptadana Securities dan PT Danatama Makmur.
(wep/qom)











































