Demonstran Desak Perdagangan Wall Street Ditutup Lusa

Demonstran Desak Perdagangan Wall Street Ditutup Lusa

- detikFinance
Selasa, 15 Nov 2011 13:25 WIB
Demonstran Desak Perdagangan Wall Street Ditutup Lusa
Jakarta - Para pendemo anti Wall Street mendesak bursa saham negeri Paman Sam itu ditutup pada perdagangan Kamis lusa. Karena Kamis tepat dua bulan para pendemo itu melakukan aksinya di depan rumah bursa saham New York tersebut.

Untuk memperingati dua bulan berdemo, para demonstran pun akan menggelar pawai berkeliling kota yang dijuluki Big Apple tersebut. Para pendemo menyadari, sejauh ini pawai tersebut merupakan tindakan paling provokatif yang bisa berbuntut kepada keributan dan penangkapan oleh polisi.

"Kami semua sadar akan (pawai) ini, tapi tujuannya untuk menyalurkan ide dan diskusi, bukan memprovokasi sebuah aksi kekerasan," kata juru bicara demonstran anti Wall Street Ed Needham dikutip dari Reuters, Selasa (15/11/2011).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Tapi memang sulit juga melakukan aksi (demo) tanpa ada reaksi dari pihak yang berwajib (polisi)," tambahnya.

Para demonstran akan berjalan dari tempat mereka mendirikan kemah sejauh dua blok menuju Wall Street, sambil menyebar melewati jalan-jalan dan kereta bawah tanah. Perjalanan mereka akan dilanjutkan melintasi jembatan Brooklyn keesokan harinya.

Bulan lalu, lebih dari 700 orang ditangkap polisi saat melakukan aksi serupa di jembatan tersebut setelah para demonstran duduk di trotoar jembatan dan menolak untuk beranjak. Bahkan beberapa ada yang duduk hingga ke tengah jalan jembatan sehingga menyebabkan kemacetan.

"Kami akan menutup Wall Street," tulis sebuah postingan demonstran di laman Facebook. "Kami akan menyadarkan masyarakat, menggelar pawai di jalan dalam memperingati jatuhnya sistem ekonomi Wall Street," tambah tulisan tersebut.

Menanggapi desakan penutupan perdagangan itu, juru bicara Wall Street menolak berkomentar. Namun, Walikota Ney York Michael Bloomberg menyatakan perdagangan di New York akan berjalan seperti biasa.

"Bursa saham New York akan dibuka seperti biasa. Anda boleh yakin, anda akan bekerja bekerja seperti biasa," ujar Bloomberg.

Para demonstran tersebut sudah mendirikan tenda-tenda di taman Zuccotti, tepat di tengah-tengah distrik finansial New York, pada 17 September lalu dalam rangka memprotes sistem finansial yang dipercaya hanya menguntungkan para orang kaya dan korporasi AS.

Gerakan 'Occupy Wall Street' telah menyulut gerakan protes terhadap ekonomi yang serupa di seluruh dataran AS. Bahkan, di beberapa daerah berujung dengan kerusuhan yang melibatkan pihak kepolisian.
(ang/dnl)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads