Demikian disampaikan Restianti, selaku Kepala Seksi Analisis Fiskal Kementerian Keuanganb dalan seminar bulanan ekonomi syariah di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Selasa (15/11/2011).
"Berdasarkan profesinya, banyak diminati PNS, pegawai swasta, ibu rumah tangga, wiraswasrta, TNI dan Polri. Setiap reguler kita terbitkan sukuk ritel, mudah-mudahan tahun depan di awal tahun bisa terbit lagi," katanya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Berdasarkan pemaparannya, Pegawai Negeri Sipil memiliki volume pembelian pada Sukuk Ritel 001 (SR-001) sebesar 24,61%, SR-002 sebesar 11,81%, dan SR-003 sebesar 12,77%. Adapun untuk jumlah investor, PNS pada SR-001 memiliki sebesar 11,33%, SR-002 sebesar 22,06%, SR-003 sebesar 22,94%.
Sedangkan untuk pegawai swasta, volume pembelian pada SR-001 sebesar 21,54%, untuk SR-002 sebesar 34,07%, SR-003 sebesar 31,05%. Untuk jumlah investornya, pegawai swasta untuk SR-001 sebesar 39,02%, SR-002 sebesar 23,79%, SR-003 sebesar 23,74%.
"Sebaran investor sukuk negara ritel di pasa perdana kita peruntukkan untuk investor. Dibuktikan dengan identitas KTP, sementara untuk investoe lainnya yang bukan individual mereka bisa beli di pasar sekunder. Tapi ini memang masih belum cukup menggembirakan, belum rata, masih terpusat di Jakarta dan Indonesia barat," aku Resti.
Padahal menurutnya presentase yang terlihat cukup lumayan berpotensi untuk sukuk ritel dalam beberapa kali penerbitan.
(nrs/ang)











































