Perkemahan Demonstran Anti Wall Street Dibubarkan Paksa

Perkemahan Demonstran Anti Wall Street Dibubarkan Paksa

- detikFinance
Rabu, 16 Nov 2011 13:45 WIB
Perkemahan Demonstran Anti Wall Street Dibubarkan Paksa
Jakarta - Perkemahan demonstran anti Wall Street di taman Zuccotti dibubarkan secara paksa oleh kepolisian. Hal ini dilakukan menyusul larangan yang dikeluarkan hakim agung New York Michael Stallman.

Ratusan polisi berpakaian anti huru-hara mulai membubarkan pemukiman darurat itu pada pukul 1 malam, mengusir para demonstran serta menyita tenda, terpal, berbagai perabotan, matras dan lain sebagainya. Sebanyak 147 orang ditangkap, termasuk belasan orang yang mengunci badannya sendiri dengan rantai ke pohon-pohon.

Serikat Kebebasan Sipil New York menyayangkan aksi paksa yang dilakukan polisi tersebut, bahkan tujuh wartawan yang bertugas meliput aksi tersebut pun ikut ditangkap.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Hakim Agung Stallman menegakkan larangan untuk tidur di taman Zuccotti, namun tetap memberikan kebebasan kepada para demonstran untuk berdemo di lokasi tersebut karena merupakan hak yang dilindungi Amandemen Pertama Konstitusi AS.

Polisi akhirnya memblokir taman tersebut di dua titik, membuat para demonstran mundur dari taman tersebut perlahan ke arah yang sudah ditentukan. Setelah 16 jam sejak dibubarkan, para demonstran sudah mulai kembali ke taman yang berada di tengah-tengah distrik finansial kota berjulukan Big Apple tersebut.

Para demonstran ini sudah menduduki dan tinggal di taman Zuccotti sejak 17 September 2011 untuk melancarkan aksi protes terhadap kebijakan ekonomi yang hanya berpihak kepada orang-orang kaya dan korporasi AS yang jumlahnya dianggap hanya satu persen dari seluruh rakyat AS.

Mereka menuduh kebijakan ini yang membuat langka lapangan kerja. Mereka juga memprotes kebijakan pemerintah yang memberi dana talangan kepada bank-bank yang punya dananya macet pasca masa krisis 2008 lalu.

Perintah pembubaran perkemahan ini datang langsung dari Walikota New York Michel Bloomberg. Ia mengatakan, taman Zuccotti yang cukup luas itu telah tercemar kotoran manusia dan juga menjadi rawan terhadap bahaya kebakaran.

Kebijakan ini memicu kemarahan para demonstran yang tersebar di seluruh daratan AS. Pasalnya, perintah pembubaran ini dilakukan hanya dua hari menjelang tepat dua bulan demo berlangsung serta rencana penutupan perdagangan Wall Street pada hari yang sama.

"Dia (Bloomberg) itu milyuner dan dia membela kaumnya. Dia itu bagian dari satu persen," ujar Naomi Brussel, pensiunan kerja sosial berumur 69 tahun dari Brooklyn, dikutip dari Reuters, Rabu (16/11/2011).

Sesaat setelah taman tersebut bebas demonstran, para pekerja sanitasi mulai membersihkan bau air seni dan 'limbah' manusia yang bertebaran di taman menggunakan mobil penyemprot air.

"Tindakannya (Bloomberg) benar-benar tidak harus seperti ini, dia jadi seperti seorang diktator menurutku," kata salah demonstran bernama Douglas Paulson (31), seorang seniman dari Queens, New York City.

Tindakan pengusiran yang sama juga dilakukan di Atlanta, Portland dan Salt Lake City. Tidak seperti yang terjadi di Oakland, California, di mana para polisi terpaksa penggunakan gas air mata dan granat kejut, pengusiran di New York dilakukan tanpa kekerasan.

Sementara otoritas di Toronto sudah meminta para demonstran untuk membersihkan perkemahan pada hari Selasa waktu setempat. Sedangkan di Los Angeles, pemerintah setempat sudah melakukan mediasi dengan para demonstran.

Mediasi itu dilakukan mencari cara supaya para anggota keompok 'Occupy L.A.' bisa memindahkan perkemahan mereka di sekitar taman balai kota yang saat ini jumlahnya sudah mencapai 500 tenda.
(ang/dnl)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads