Demikian disampaikan Head of Division FIF, Djap Tet Fa di Hotel Amaroossa, Jumat (18/11/2011).
"Sampai Desember diprediksi mencapai 8,1-8,2 juta unit," katanya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kredit pada kendaraan dari sebelumnya masih sedikit, namun sekarang sudah 73%," paparnya.
Kekhawatiran Bank Indonesia (BI) atas kredit otomotif, justru tidak dirasakan pelaku industri. Selama risiko nasabah multifinance terukur, kekhawatiran gagal bayar akan sulit terjadi.
Konsumen juga tidak mendapatkan motor dengan mudah di perusahaan pembiayaan. Masyarakat tetap membayar uang muka (DP) dengan jumlah tertentu.
"DP konsumen tetap bayar. Kita lakukan risk base strategy dengan uang muka sekitar 13-14%. Dengan rata-rata harga jual motor, maka DP-nya mencapai Rp 2-3 juta," tegasnya.
(wep/dnl)











































