Menurut Corporate Secretary ADHI, Kurnadi Gularso dalam keterangan tertulisnya pada Bursa Efek Indonesia (BEI), Minggu (18/12/2011), kinerja tahun depan akan dioptimalkan dari sektor Engineering Procurement Contract (EPC) berupa power plan (strangthening) serta minyak dan das (extending).
Selain itu, proyek infrastruktur juga akan perseroan genjot, dengan memaksimalkan Independent Power Producer (PP) serta jalan tol. Proyek properti dan realty juga masih jadi penopang pendapatan perseroan tahun depan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Perseroan masih banyak mengandalkan proyek pemerintah dan BUMN lain, dengan porsi 70%, sisanya merupakan proyek swasta. Proyek infrastruktur sepanjang 2011-2012 mengambil porsi 73% dan total pengerjaan perseroan, 27% lain proyek bangunan.
Sepanjang tahun ini, perseroan membidik kontrak baru senilai Rp 13,34 triliun, sudah termasuk didalamnya proyek bersama sebesar Rp 2,07 triliun. Sementara proyek carry over yang dikerjakan tahun ini mencapai Rp 6,24 triliun.
Dari total kontrak baru Rp 19,59 triliun, tidak dapat dikerjakan seluruhnya. Sehingga akan ada carry over yang bakal digarap tahun depan mencapai Rp 11,5 triliun.
Hingga November 2011, perseroan meraih pendapatan usaha RP 4,91 triliun, naik dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu Rp 4,36 triliun. Posisi laba bersih November juga naik tipis dari Rp 131,21 miliar menjadi Rp 147,1 miliar.
(wep/hen)











































