Oracle Sebabkan Nasdaq Merosot, Dow Jones dan S&P Aman

Oracle Sebabkan Nasdaq Merosot, Dow Jones dan S&P Aman

- detikFinance
Kamis, 22 Des 2011 07:24 WIB
Oracle Sebabkan Nasdaq Merosot, Dow Jones dan S&P Aman
New York - Saham-saham teknologi merosot sehingga menyeret Nasdaq anjlok hingga hampir 1%. Namun Dow Jones dan S&P 500 berakhir menguat tipis.

Kemerosotan saham-saham teknologi terjadi setelah Oracle melaporkan keuangannya, sehingga menimbulkan kekhawatiran seputar kesehatan sektor ini. Oracle melaporkan pendapatan dan penjualan yang tidak mencapai ekspektasi untuk pertama kalinya selama 1 dekade.

Saham Oracle merosot 12% menjadi US$ 25,77 dalam volume perdagangan yang sangat besar. Saham-saham teknologi lain ikut turun seperti IBM yang merosot 3,1% menjadi US$ 181,47, Cisco System turun 2,6% menjadi US$ 17,92.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Oracle adalah sejarah teknologi, tapi ada kekhawatiran itu akan menjadi kisah ekonomi yang lebih luas. Kami tidak siap untuk pergi terlalu jauh, tapi ini menunjukkan bahwa bisnis tidak yakin dengan situasi ekonomi, terutama ketidakpastian di Eropa," jelas Brad Sorensen, direktur Charles Schwab seperti dikutip dari Reuters, Kamis (22/12/2011).

Di luar Nasdaq, pasar sudah mulai pulih dari keterpurukan akibat kekhawatiran krisis Eropa yang mulai memudar. Para pialang mulai membangun momentum untuk reli menjelang akhir perdagangan tahun 2011. Investor mencoba menghapuskan penurunan S&P hingga 1,1% selama tahun 2011.

Pada perdagangan Rabu (21/12/2011), indeks Dow Jones industrial average ditutup menguat tipis 4,16 poin (0,03%) ke level 12.107,74. Indeks Standard & Poor's 500 juga menguat tupis 2,42 poin (0,19%) ke level 1.243,72 dan Nasdaq melemah 25,76 poin (0,99%) ke level 2.577,97.

Dari Eropa, investor khawatir pemangkasan suku bunga pinjaman dari operasi pendanaan Bank Sentral Eropa terakhir tidak digunakan untuk membeli surat utang Italia dan Spanyol, yang pada akhirnya bisa membantu menurunkan tingkat imbal hasil surat utang dan mengurangi tekanan pembiayaan pada negara-negara tersebut.

Bank-bank di Eropa mengambil hampir 490 miliar euro untuk pinjaman yang dikurangi bunganya dari Bank Sentral Eropa. Namun melebarnya selisih imbal hasil antara surat utang Jerman dan Italia menunjukkan uang tidak mengalir ke tempat yang paling dibutuhkan.

Ryan Larson, head of equity trading RBC Global Asset Management mengatakan, pembicaraan yang tidak terkonfirmasi itu berputar di pasar bahwa bank-bank akan menggunakan pinjaman dari ECB untuk membeli surat utang Jerman dan tidak mendukung surat utang Spanyol dan Italia.

"Itulah yang muncul di pasar, disaat ada perkembangan positif dari sisi fasilitas pinjaman, masih ada masalah diluar sana," ujarnya.

Perdagangan berjalan sangat tipis dengan perdagangan di New York Stock Exchange hanya sebesar 6,52 miliar lembar saham, di bawah rata-rata harian yang sebesar 8,47 miliar lembar.

(qom/qom)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads