"2012, Eropa akan lebih buruk, yang terjadi kemarin belum mencapai bottom," katan Menteri Keuangan, Agus Martowardojo dalam penutupan perdagangan pasar modal di gedung BEI, SCBD, Jakarta, Jumat (30/12/2011) lalu.
Untuk itu, Indonesia harus bersiap-siap mengantisipasi. Meski demikian Agus yakin dampak langsung Eropa ke ekonomi Indonesia akan sangat minim.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Lanjut Agus, minimnya pengaruh krisis Eropa pada ekonomi dalam negeri juga didukung oleh rendahnya rasio debt to GDP rasio yang sekitar 25%. "Banyak negara debt to GDP-nya 200% seperti Jepang. Kita masih terjaga di tingkat yang rendah," tuturnya.
Ketua Badan Pengawas Pasar Modal dan Lembaga Keuangan (Bapepam-LK), Nurhaida menambahkan, perkembangan ekonomi Eropa juga menjadi perhatiannya. Karena segala hal yang terjadi di benua biru ini, akan berdampak ke pasar modal Indonesia.
"Memang prediksi global, secara umum belum terlalu membaik. Maka ada persiapan, antisipasi akan dampak ke market. Kita akan lakukan perbaikan," tegasnya.
"Kita akan lakukan reform, meski sudah dilakukan sejak 2009. Termasuk business process, reformasi pengawasan dalam bentuk OJK," imbuh Nurhaida.
(wep/wep)











































