Demikian disampaikan Direktur Keuangan SMGR Ahyanizzaman di Jakarta, Rabu (11/1/2012). "Mayoritas untuk pembangunan power plant kami serta pembayaran untuk peningkatan kapasitas," katanya.
Ia menerangkan, sumber belanja modal bersumber dari kas internal. Belanja modal Rp 3 triliun tidak termasuk dana pembangunan dua pabrik baru.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ia menambahkan, pembangunan pabrik dilakukan pada akhir 2012. Untuk memenuhi investasi pabrik, perseroan siap menerbitkan surat utang. Perseroan masih mempertimbangkan antara menerbitkan obligasi atau surat utang jangka pendek (medium term notes).
"Kami akan mulai proses untuk penerbitan obligasi atau MTN," paparnya. Perseroan menargetkan surat utang US$ 420 juta. Perseroan juga masih menantikan persetujuan dari pemegang saham SMGR.
"Kalau cuma satu (pabrik baru) yang setengahnya dari itu," ucapnya. Pabrik baru berlokasi di Sumatera dengan kapasitas baru terpasang mencapai 3 juta ton per tahun.
(wep/ang)











































