Sempat Anjlok Akibat Bom KPU, IHSG Ditutup Turun 4 Poin
Senin, 26 Jul 2004 16:30 WIB
Jakarta - Sentimen negatif berupa melemahnya bursa regional dan ledakan bom di kantor Komisi Pemilihan Umum (KPU) membuat Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Jakarta (BEJ) sempat terkoreksi 17 poin, sebelum akhirnya ditutup melemah 4,563 poin di level 761,804.Sepanjang perdagangan sesi pertama hari ini, Senin (26/7/2004), indeks terus mengalami tekanan. Saat penutupan sesi pertama, indeks sempat turun 7 poin lebih karena melemahnya bursa regional. Namun ledakan di KPU sempat memicu panic selling pada saat pembukaan sesi kedua hingga indeks sempat anjlok 17 poin.Indeks LQ-45 yang terdiri dari 45 saham yang paling aktif diperdagangkan turun 1,110 poin pada level 167,273, Jakarta Islamic Index (JII) turun 1,138 poin pada level 128,462, Indeks Papan Utama (MBX) turun 0,642 poin pada level 206,764 dan Indeks Papan Pengembangan (DBX) turun 2,013 poin pada level 173,323.Perdagangan di pasar reguler mencatat transaksi sebanyak 14.625 kali pada volume 3.602.508 lot saham senilai Rp 612,722 miliar. Sebanyak 41 saham mencatat kenaikan harga, 75 saham mengalami penurunan harga dan 269 saham lainnya stagnan.Saham-saham yang mengalami penurunan harga terbesar (top loser) antara lain Astra Internasional (ASII) turun Rp 100 menjadi Rp 5.750, Timah (TINS) turun Rp 75 menjadi Rp 2.025, Bumi Tekno Kultura Unggul (BTEK) turun Rp 60 menjadi Rp 210, Telkom (TLKM) turun Rp 50 menjadi Rp 7.800, Aneka Tambang (ANTM) turun Rp 50 menjadi Rp 1.200, Bumi Resources (BUMI) turun Rp 25 menjadi Rp 600, Bank BCA (BBCA) turun Rp 25 menjadi Rp 1.875 dan Bank BRI (BBRI) turun Rp 25 menjadi Rp 1.750.Sedangkan di jajaran top gainer, saham-saham yang mencatat kenaikan harga di antaranya Aqua Golden Missisippi (AQUA) naik Rp 5.000 menjadi Rp 43.000, International Nickel (INCO) naik Rp 400 menjadi Rp 34.800, Gudang Garam (GGRM) naik Rp 150 menjadi Rp 14.050, Adira Dinamika Multifinance (ADMF) naik Rp 50 menjadi Rp 2.600, Indosat (ISAT) naik Rp 25 menjadi Rp 4.300, Bank Danamon (BDMN) naik Rp 25 menjadi Rp 3.375 serta Bank Niaga (BNGA) naik Rp 15 menjadi Rp 310.Penurunan indeks yang melanda BEJ hari ini, selain akibat melemahnya bursa regional yang dipicu penurunan indeks Dow Jones, ditambah pula dengan berita peledakan di kantor KPU. Meski pada awal pembukaan sesi kedua sempat terjadi panic selling setelah adanya ledakan KPU, namun investor kembali bersikap wajar setelah mengetahui ledakan yang terjadi low explosive dan tidak menelan korban jiwa.Melihat kondisi tersebut, menurut analis, penurunan indeks hari ini lebih didominasi oleh dampak negatif bursa regional dan global. Selain juga diakibatkan melemahnya rupiah hingga mencapai Rp 9.097 per dolar AS atau turun 22 poin saat penutupan perdagangan.
(ani/)











































