Astra Targetkan Kuasai 47% Pangsa Pasar Mobil Nasional
Rabu, 28 Jul 2004 12:31 WIB
Jakarta - PT Astra Internasional Tbk menargetkan bisa menguasai 47 persen pangsa pasar mobil pada tahun 2004, dari total penjualan mobil nasional sebanyak 420.000 unit. Sebelumnya, pangsa pasar Astra untuk tahun ini ditargetkan hanya sebesar 41,5 persen."Revisi target ada, karena market share kita kemungkinan tahun ini 47 persen dari total penjualan mobil nasional yang semula kita proyeksikan hanya 41,5 persen," kata Presiden Direktur Astra Internasional, Budi Setiadharma, saat ditemui di gedung Bursa Efek Jakarta, Rabu (28/7/2004).Dijelaskan, peningkatan penjualan mobil ini karena adanya kenaikan penjualan mobil Toyota Avanza dan Daihtsu Xenia, dimana saat ini Astra mampu memproduksi 6.000 unit mobil per bulan dibanding sebelumnya 4.000 unit per bulan.Budi juga menjelaskan, investasi di dunia mobil mempunyai batas-batas tertentu. Jika utilitasnya sudah penuh, maka sudah tidak bisa ditingkatkan lagi, kecuali ada tambahan investasi untuk unit produksi yang lebih besar."Jadi tidak bisa menambah sedikit-sedikit, harus kelipatannya. Kalau menaikkan produksi Avanza dan Xenia 7.000 unit per bulan, meskipun cuma menambah 1.000 unit, investasinya besar sekali," papar dia seraya mengatakan saat ini kontribusi Xenia dan Avanza terhadap penjualan Astra mencapai 40-45 persen.Sedangkan untuk motor, dijelaskan Budi, Astra juga menargetkan bisa menjual 2 juta unit motor pada tahun 2004, dibanding tahun sebelumnya sekitar 1,586 juta. "Melihat kondisi ini, makanya Astra melakukan revisi target penjualan," imbuhnya.Divestasi Bank PermataMengenai keikutsertaan Astra dalam divestasi Bank Permata dengan menggandeng Standard Chartered Bank, menurut Budi, hal itu diharapkan bisa memberi sinergi terhadap perusahaan. Pasalnya, saat ini Astra juga memiliki perusahaan pembiayaan untuk pembelian mobil dan motor.Namun demikian, jika Astra berhasil memenangkan divestasi saham Bank Permata tersebut, maka bank bersangkutan tetap harus memenuhi ketentuan Bank Indonesia (BI) seperti Badan Maksimum Pemberian Kredit (BMPK). "Kami akan secara baik menepati ketentuan Bank Indonesia seandainya jadi pemegang saham Bank Permata," tandasnya.Terkait dana untuk pembelian 71 persen divestasi saham Bank Permata, Budi menambahkan, berasal dari keuntungan akumulasi yang diperoleh perseroan pada tahun-tahun berjalan.
(ani/)











































