Demikian disampaikan oleh Direktur Keuangan GIAA Elisa Lumbantoruan ketika ditemui di Hotel Sultan, Jakarta, Kamis (2/2/2012).
"Sebenarnya kesiapan GMF sudah dari dulu. Tapi ada kendala dari sisi aturan bursa dan Bapepam. Di mana revenue alias pendapatan tidak bisa 70% dari induk usahanya," tuturnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"IPO bukan pilihan bagi GMF," tambah Elisa lagi.
Namun, Garuda sudah memiliki anak usaha lain yang lebih siap untuk IPO, yaitu PT Aero Catering Services.
"Kalau itu pendapatannya dari Garuda sendiri kurang dari 45%. Sisanya dari luar, bisa itu Aero Catering," tambahnya.
Aero Catering, sambung Elisa sudah cukup berkembang pesat dengan menyediakan bisnis inti ke industrial catering di rumah sakit di kota dan daerah.
"Tapi IPO ini ngga terlalu buru-buru, paling cepat awal 2013-lah," tuturnya.
(dru/dnl)











































