Membuka perdagangan, IHSG melemah tipis 6,989 poin (0,18%) ke level 3.954,913 akibat penurun peringkat beberapa negara di Eropa. Koreksi juga terjadi setelah kemarin indeks naik cukup tinggi.
Indeks langsung anjlok ke posisi terendahnya di 3.939,934 tak lama setelah pembukaan perdagangan. Setelah itu, aksi beli di saham-saham murah mulai menahan laju pelemahan indeks.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Saham-saham bank dengan kapitalisasi besar alias blue chip terkena koreksi cukup dalam. Indeks sektor finansial memimpin koreksi di lantai bursa.
Langkah Bank Indonesia (BI) menurunkan tingkat suku bunga acuan 25 basis poin (bps) ke 5,75% disambut dingin oleh para pelaku pasar. Pasalnya, hal tersebut bisa mempengaruhi laba bank.
Sektor lain yang ikut terkoreksi adalah komoditas, yaitu saham-saham berbasis agrikultur dan pertambangan. Sementara saham-saham properti justru naik paling tinggi.
Perdagangan hari ini berjalan moderat dengan frekuensi transaksi mencapai 51.295 kali pada volume 1,817 miliar lembar saham senilai Rp 1,985 triliun. Sebanyak 116 saham naik, sisanya 89 saham turun, dan 83 saham stagnan.
Setelah kompak melemah pagi tadi, sebagian bursa di Asia mulai bangkit, seperti bursa saham Jepang dan Singapura. Sedangkan bursa lainnya masih terjebak di zona merah.
Berikut situasi di bursa-bursa di regional hingga siang hari ini:
- Indeks Komposit Shanghai turun 13,74 poin (0,58%) ke level 2.338,12.
- Indeks Hang Seng menipis 0,71 poin (0,00%) ke level 20.886,69. Â
- Indeks Nikkei 225 menguat 66,97 poin (0,74%) ke level 9.066,15. Â
- Indeks Straits Times naik tipis 0,60 poin (0,02%) ke level 2.976,94. Â
Saham-saham yang naik signifikan dan masuk dalam jajaran top gainers diantaranya Indo Tambangraya (ITMG) naik Rp 650 ke Rp 40.500, Gudang Garam (GGRM) naik Rp 450 ke Rp 55.450, Indocement (INTP) naik Rp 250 ke Rp 17.750, dan United Tractor (UNTR) naik Rp 200 ke Rp 29.000.
Sementara saham-saham yang turun cukup dalam dan masuk dalam kategori top losers antara lain Petrosea (PTRO) turun Rp 150 ke Rp 37.300, SMART (SMAR) turun Rp 100 ke Rp 5.200, Mayora (MYOR) turun Rp 100 ke Rp 15.100, dan FKS Multi Agro (FISH) turun Rp 100 ke Rp 2.050.
(ang/qom)











































