Saham-saham energi menderita koreksi paling banyak akibat tingginya harga minyak dunia, dibuntuti oleh saham industri dan finansial yang sebelumnya sudah naik tinggi.
Indeks S&P 500 sudah menguat 9% sejak awal tahun ini. Tetapi mixed-nya data ekonomi AS dan ketegangan antara Iran dan Israel sudah cukup menjadi alasan untuk investor mengambl untung.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kecuali jika bencana hebat terjadi, kami masih akan menguat. Situasinya mirip seperti berjalan dalam gelap, kami terus berjalan, tapi pelan karena ada ketidakpastian di Eropa dan Timur Tengah," tambahnya.
Pada perdagangan Jumat waktu setempat, Indeks Dow Jones melemah tipis 2,73 poin (0,02%) ke level 12.977,57. Indeks Standard & Poor's 500 melemah 4,46 poin (0,32%) ke level 1.369,63. Indeks Komposit Nasdaq turun 12,78 poin (0,43%) ke level 2.976,19.
Dalam sepekan, Indeks Dow Jones turun tipis 0,05%, sementara Indesk S&P 500 naik tipis 0,3% dan Nasdaq bertambah 0,4%.
(ang/ang)











































