Bos Bursa Bakal Lengser, Ini Calon Kuat Penggantinya

Bos Bursa Bakal Lengser, Ini Calon Kuat Penggantinya

Whery Enggo Prayogi - detikFinance
Rabu, 07 Mar 2012 13:03 WIB
Bos Bursa Bakal Lengser, Ini Calon Kuat Penggantinya
Jakarta - Periode pencalonan Direksi Bursa Efek Indonesia (BEI) segera dimulai. Anggota Bursa (AB) siap mencalonkan jagoannya sejak Maret ini hingga 14 hari menjelang RUPS pada 27 Juni mendatang.

Badan Pengawas Pasar Modal dan Lembaga Keuangan (Bapepam-LK) bahkan telah merombak aturan terbaru perihal pemilihan Direksi BEI. Dalam perkembangan terbaru, sekuritas mendapat keleluasaan lebih.

Jika pada periode sebelumnya, AB yang berhak mengajukan calon adalah mereka dengan minimal nilai transaksi 0,1%. Kini hal tersebut dihilangkan.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Antar Sekuritas dapat menggalang kekuatan hingga terkumpul nilai transaksi 10% dari total perdagangan di Bursa Efek. Kemudian AB mengajukan satu paket calon direksi yang terdiri dari lima sampai tujuh orang.

Calon-calon kuat mulai bergerilya untuk meminta dukungan dari AB atau perusahaan sekuritas. Kandidat kuat balon Direksi BEI mulai terdengar, salah satunya Ketua Asosiasi Perusahaan Efek Indonesia (APEI), Lily Widjaja menjadi salah satu kandidat kuat direksi BEI terbaru.

Lily yang kini menjabat President Director PT Merryll Lynch Indonesia adalah orang yang berpengalaman di pasar modal. Tercatat Lily pernah menjadi Komisaris BEI periode 2001-2004 dan periode 2007-2008.

Saat ditanyakan perihal pencalonannya, Lily tak mau berkomentar. Namun dalam raut wajahnya tersiat ia siap berebut kursi direksi BEI terbaru periode 2012-2015. "Itu saya tidak mau ngomong dulu," kata Lily beberapa waktu lalu.

Calon lain yang banyak dibicarakan pelaku pasar adalah Michael Steven. Steven merupakan Direktur Utama PT Kresna Graha Securindo Tbk, yang juga salah satu AB yang berkiprah di pasar modal Indonesia.

Ketua Asosiasi Analis Efek Indonesia (AAEI) Hariyajid Ramelan juga masuk daftar. Hariyajid merupakan muka lama meski belum menduduki posisi strategis di Self Regulatory Organization (SRO).

Menarik disimak siapa saja yang akan maju dalam pencaloan direksi BEI ini. Pasalnya jalan mereka tidak semudah periode pemilihan sebelumnya, dengan menggalang kekuatan dalam RUPS.

Ketentuan Bapepam-LK terbaru juga menyebut, calon yang diajukan koalasi AB ini masuk 'dapur' penggodokan Bapepam-LK. Melalui komite yang ditunjuk, wasit pasar modal ini akan menganalisa kemampuan dan kepatutan individual calon direksi BEI.

Komite ini dapat saja merombak susunan direksi dalam paket yang diajukan oleh AB. Karena dalam analisa komite bisa jadi, individu A tidak tepat untuk menduduki Direktur Utama, atau Direktur Pengawasan.

"Jabatan yang diusulkan untuk calon direktur Bursa Efek oleh AB belum tentu merupakan posisi yang terbaik bagi yang bersangkutan. Namun yang bersangkutan lebih baik untuk posisi lain," kata Ketua Bapepam-LK Nurhaida beberapa waktu lalu.

Hingga akhirnya hasil seleksi komite menetapkan satu paket direksi BEI terbaik dan membawa harapan positif bagi pasar modal Indonesia. Paket inilah yang kemudian diajukan dalam RUPS.

(wep/ang)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads