"Pak Saham Garuda Sudah Laku Atau Belum," tanya wartawan.
"Iyaaa, sampai hari ini belum ada, tolong dong pengusaha Indonesia ada yang mau beli dong," kata Dahlan dengan mimik sedih kepada wartawan mengenai saham Garuda Indonesia, di Hotel Borobudur, Kamis (8/3/2012).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kalau pengusaha Indonesia nggak ada yang beli, terpaksa di jual ke asing, tapi kan nangis kita," keluh Dahlan.
Sebelumnya, Dahlan Iskan memberi waktu hingga akhir Maret kepada mereka yang tertarik saham Garuda milik PT Danareksa Sekuritas, Bahana Securities dan PT Mandiri Sekuritas ini.
Dahlan pun berharap, saham Garuda bisa dilepas pada harga pasar. Artinya tidak akan ada penetapan harga khusus atau premium untuk investor manapun. "Harusnya pakai harga pasar saja," ucap Dahlan.
Seperti diketahui, tiga sekuritas plat merah PT Bahana Securities, PT Danareksa Sekuritas dan PT Mandiri Sekuritas terpaksa menyerap saham perdana (initial public offering/IPO) Garuda karena tidak laku di pasar.
Usai periode penawaran saham perdana Garuda, terdapat sisa saham 3.008.406.725 lembar yang tidak terserap investor, dengan nilai Rp 2,256 triliun. Ketiganya terpaksa menyerap saham Garuda dengan porsi berimbang dan kini seluruhnya memiliki kepemilikan 8% dari total modal ditempatkan dan disetor penuh Garuda.
(rrd/hen)











































