PT Krakatau Steel Tbk (KRAS) mengalami penurunan laba di akhir 2011, menjadi Rp 1,02 triliun dari laba tahun sebelumnya Rp 1,06 triliun atau menipis 3,77%. Harga baja yang turun menggerus laba tersebut.
Seperti dikutip dari laporan kinerja keuangan perseroan, Kamis (15/3/2012), penjualan perusahaan plat merah itu naik dari Rp 14,94 triliun di 2010 menjadi Rp 17,915 triliun akhir tahun lalu.
Namun pertumbuhan pendapatan tersebut tidak terlalu tinggi akibat harga jual baja yang cenderung turun. Sehingga, dengan naiknya beban pendapatan yang cukup tinggi, mencapai Rp 16,316 triliun dari sebelumnya hanya Rp 12,671 triliun, laba kotor perseroan juga anjlok.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dengan demikian laba usahanya tidak jatuh terlalu dalam, yaitu sebesar Rp 1,12 triliun dibandingkan tahun sebelumnya sebesar Rp 1,387 triliun. Laba per saham dasar perseroan juga ikut tergerus menjadi sebesar Rp 65 per lembar, turun dari sebelumnya Rp 81 per saham.
Sepanjang tahun 2011, harga saham KRAS ikut jatuh, sebanyak 30,5%. Harga sahamnya di penghujung 2010 sebesar Rp 1.210 per lembar, sampai pada akhir 2011 menjadi Rp 840 per lembar.
Pada perdagangan hari ini, hingga pukul 10.55 waktu JATS, harga saham KRAS turun 20 poin (-2,17%) ke level Rp 900 per lembar. Sahamnya ditransaksikan 266 kali dengan volume 18,573 lot senilai Rp 8,383 miliar. (/)










































