Seperti dikutip dari laporan kinerja keuangan IMAS, Selasa (27/3/2012), pendapatan bersih perseroan tercatat Rp 15,776 triliun di 2011, naik dibandingkan tahun sebelumnya Rp 10,935 triliun.
Beban pokok pendapatan juga ikut naik, dari Rp 9,53 triliun menjadi Rp 13,787 triliun. Rasio beban terhadap pendapatan tidak banyak berubah dari tahun ke tahun masih di sekitar 87% dari pendapatan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sehingga laba sebelum pajak perseroan naik hampir dua kali lipat, dari Rp 607,282 miliar menjadi Rp 1,188 triliun di tahun 2010. Laba per saham dasar juga ikut terkerek menjadi Rp 695 per lembar dari Rp 449 triliun di tahun sebelumnya.
Saham perseroan juga ikut tumbuh sejalan dengan kinerja di tahun 2011 lalu, sahamnya sudah naik 68,42% dalam setahun. Harga saham IMAS di akhir tahun 2010 berada di Rp 7.600 per lembar, sahamnya tumbuh menjadi Rp 12.800 di akhir 2011.
Pada perdagangan hari ini, hingga pukul 11.11 waktu JATS, harga saham IMAS turun 100 poin (-0,65%) ke level Rp 15.200 per lembar. Sahamnya ditransaksikan 36 kali dengan volume 271 lot senilai Rp 2,074 miliar.
(ang/hen)











































