Sementara nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) ditutup menguat di posisi Rp 9.160 per dolar AS dibandingkan penutupan perdagangan kemarin di Rp 9.165 per dolar AS.
Mengawali perdagangan pagi tadi, IHSG dibuka melemah tipis 3,672 poin (0,10%) ke level 4.075,712 sejalan dengan koreksi yang terjadi di bursa saham global dan regional. Investor di regional mulai mengambil untung setelah kemarin naik tinggi.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pada penutupan perdagangan sesi I, IHSG menipis 3,518 poin (0,09%) ke level 4.075,866 tengah perdagangan yang tidak terlalu ramai. Volume dan nilai transaksi naik cukup tinggi akibat banyaknya crossing di pasar negosiasi.
Aksi beli baru muncul menjelang penutupan perdagangan. Indeks sempat berfluktuatif dan mencapai level tertinggi di level 4.091,936 sebelum akhirnya ditutup.
Mengakhiri perdagangan, Rabu (28/3/2012), IHSG ditutup naik tipis 11,189 poin (0,27%) ke level 4.090,573. Sementara Indeks LQ 45 menguat tipis 2,177 poin (0,30%) ke level 706,0,83.
Investor banyak mengkoleksi saham-saham unggulan di sektor agrikultur, indeksnya pun menguat hingga 2,5%. Hanya tiga sektor yang melemah, yaitu manufaktur, infrastruktur dan aneka industri yang melemah cukup dalam, 1,44%.
Aksi beli dilancarkan oleh investor lokal dan asing. Transaksi investor asing tercatat melakukan pembelian bersih (foreign net buy) senilai Rp 423,291 miliar di seluruh pasar.
Volume dan nilai transaksi di pasar modal naik cukup tinggi karena adanya aksi tutup sendiri alias crossing saham PT Media Nusantara Citra Tbk (MNCN) senilai Rp 540 miliar oleh CLSA Indonesia (KZ).
Selain itu, Macquaire Capital (RX) juga melakukan dua crossing saham Grup Bakrie, yaitu PT Bakrieland Development Tbk (ELTY) senilai Rp 291 miliar dan PT Bakrie Telecom Tbk (BTEL) Rp 200 miliar. Sleuruhnya dilakukan di pasar negosiasi.
Perdagangan hari ini berjalan cukup sepi dengan frekuensi transaksi mencapai 66.338 kali pada volume 10.094 juta lot saham senilai Rp 2,926 triliun. Sebanyak 107 saham naik, sisanya 110 saham turun, dan 97 saham stagnan.
Kekhawatiran melambatnya ekonomi China membuat bursa-bursa di regional kompak terjebak di zona merah. Bursa saham negeri panda itu anjlok lebih dua persen.
Berikut situasi dan kondisi bursa-bursa di Asia sore ini:
- Indeks Komposit Shanghai terjun bebas 62,30 poin (2,65%) ke level 2.284,88.
- Indeks Hang Seng melemah 161,49 poin (0,77%) ke level 20.885,42. Â
- Indeks Nikkei 225 turun 72,58 poin (0,71%) ke level 10.182,57. Â
- Indeks Straits Times berkurang 10,43 poin (0,35%) ke level 3.008,48. Â
Saham-saham yang naik signifikan dan masuk dalam jajaran top gainers diantaranya Merck (MERK) naik Rp 2.000 ke Rp 147.000, Astra Agro (AALI) naik Rp 1.150 ke Rp 22.450, Century Textille (CNTX) naik Rp 1.000 ke Rp 9.800, dan Multibreeder (MBAI) naik Rp 750 ke Rp 14.750.
Sementara saham-saham yang turun cukup dalam dan masuk dalam kategori top lossers antara lain Astra Internasional (ASII) turun Rp 1.300 ke Rp 71.550, Myoh (MYOH) turun Rp 500 ke Rp 4.500, Gudang Garam (GGRM) turun Rp 250 ke Rp 53.550, dan Elang Mahkota (EMTK) turun Rp 225 ke Rp 4.400.
(ang/dru)











































