"Pembagian dividen tahun 2010 sebesar Rp 130 per lembar. Memang lebih tinggi dibandingkan periode sebelumnya untuk memberi banyak keuntungan kepada investor," kata Willem Lucas Timmermans di Jakarta, Kamis (29/3/2012).
Menurut Vice Direktur Utama EXCL, Hasnul Suhaimi, laba bersih 2011 mencapai Rp 2,83 triliun. Selain digunakan untuk pembagian dividen, Rp 1,722 triliun dari hasil usaha dicatat sebagai saldo laba ditahan (retained earning) guna pengembangan usaha. Kemudian terdapat Rp 100 juta sebagai cadangan umum.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pendapatan layanan Value Added Service (VAS) tercatat turun 57% pada triwulan IV-2011. Hal ini dipengaruhi oleh adanya Surat Edaran/instruksi pemerintah (BRTI) mengenai layanan Jasa Pesan Premium.
Pengguna layanan data perseroan sebanyak 25,5 juta, 55% dari total pelanggan. Sementara trafik penggunaan data tumbuh 295% dari 2,7 Petabyte di 2010 menjadi 10,6 Petabyte di 2011.
Alokasi belanja modal Rp 6,5 triliun tahun lalu hampir seluruhnya diinvestasikan untuk bisnis layanan data. Posisi keuangan perseroan khususnya rasio hutang, rasio hutang bersih terhadap EBITDA membaik menjadi 1 kali dari 1,1 kali.
(wep/ang)











































