Menurut Presiden Direktur ITMG, Pongsak Thongampai, dalam rilis yang dipublikasikan Senin (2/4/2012), tahun lalu realisasi produksi juga telah mencapai target. Di mana pengerukan batubara dihasilkan dari lima anak usaha perseroan, diantaranya:
- PT Indominco Mandiri - produksi 2011 14,8 juta ton.
- PT Trubaindo Coal Mining - produksi 2011 7,1 juta ton.
- PT Jorong Barutama Greston - produksi 2011 900 ribu ton.
- PT Kitadin - Td. Mayang - produksi 2011 400 ribu ton.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Total penjualan tahun 2011 meningkat dibanding tahun sebelumnya 22,1 juta ton. Sedangkan total cadangan batubara perseroan mencapai 417 juta ton dengan sumber daya 1,627 miliar ton.
Tahun lalu perseroan meraup laba bersih US$ 546,126 juta atau sekitar Rp 4,915 triliun di akhir 2011. Angka ini melonjak 167% dari laba tahun 2010 sebesar US$ 204,151.
Penjualan emiten berkode ITMG tersebut naik dari US$ 1,644 miliar di 2010 menjadi US$ 2,381 miliar di akhir tahun lalu. Harga jual rata-rata tercatat US$ 97,1 per ton, naik dibandingkan tahun 2010 US$ 74,9 juta ton.
Sementara harga pokok penjualan dan beban operasi juga ikut naik, masing-masing menjadi US$ 1,489 miliar dan US$ 185,153 juta di 2011, dari sebelumnya US$ 1,126 miliar dan US$ 155,145 juta tahun lalu.
Namun, rasio harga pokok penjualan dan beban operasi tersebut mengecil di 2011. Sehingga, laba usaha perseroan tercatat cukup tinggi, yaitu dari US$ 362,908 juta di tahun 2010 menjadi US$ 706,915 juta akhir tahun lalu.
(wep/dnl)











































