Menurut laporan keuangan DSSA yang dipublikasikan dalam Bursa Efek Indonesia (BEI), Senin (2/4/2012), naiknya laba ditopang oleh naiknya pendapatan usaha utamanya dari pertambangan batubara 2011.
Total pendapatan usaha DSSA US$ 591,24 juta, naik 62,36% dari periode sebelumnya US$ 364,13 juta. Pendapatan dari pertambangan dan perdagangan batubara tercatat US$ 329,44 juta, naik tinggi dari periode sebelumnya US$ 102,05 juta.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dengan beban penjualan US$ 462,025 juta, laba kotor perseroan mencapai US$ 129,21 juta. Laba kotor naik dari periode sebelumnya US$ 69,94 juta.
Laba sebelum pajak naik US$ 2,8 juta dari US$ 14,86 juta menjadi US$ 42,99 juta. Usai terpangkas pajak US$ 9,88 juta, total laba bersih tahun berjalan US$ 33,109 juta, naik dari periode sebelumnya US$ 24,26 juta.
Total aset per 31 Desember 2011 tercatat US$ 1,28 miliar, naik tinggi dari sebelumnya US$ 665,114 juta. Kewajiban juga naik tipis dari US$ 329,37 juta menjadi US$ 372,61 juta.
(wep/dnl)











































