Presiden Direktur BUMI, Ari S Hudaya dalam siaran persnya, Selasa (3/4/2012), menjelaskan, pendapatan perseroan tercatat naik 37% menjadi US$ 4 miliar, dari periode sebelumnya US$ 2,92 miliar. Terjadi pula kenaikan harga rata-rata batu bara hasil produksi anak usaha BUMI, Arutmin dan KPC, 30%.
Sementara laba operasi juga meningkat 673% dari US$ 651 juta di 2010 menjadi US$ 1,12 miliar. Dengan laba sebelum pajak naik tipis 13% dari US$ 530 juta menjadi US$ 598 juta.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"2011 merupakan tahun yang menantang bagi BUMI. Kami mengubah bisnis pada seluruh aspek operasi, administrasi, dan pemerintahan sementara menyikapi kondisi pasar yang tidak menentu. Ini dilakukan dalam rangka meningkatkan kinerja operasional dan keuangan dalam jangka pendek," ucap Ari.
(wep/dru)











































