Garuda Incar Tambahan Omzet Rp 160 Miliar lewat Kerjasama Stanchart

Garuda Incar Tambahan Omzet Rp 160 Miliar lewat Kerjasama Stanchart

Hardani Tri Yoga - detikFinance
Senin, 09 Apr 2012 14:23 WIB
Garuda Incar Tambahan Omzet Rp 160 Miliar lewat Kerjasama Stanchart
Singapura - PT Garuda Indonesia Airlines Tbk (GIAA) bidik tambahan omzet US$ 16-18 juta atau sekitar Rp 162 miliar dari kerjasama dengan Standard Chartered Bank melalui pengguna kartu kredit yang ada di Indonesia tahun ini. Saat ini, estimasi pengguna kartu kredit Standard Chartered Bank di Indonesia sekitar 400 ribu orang.

Direktur Utama Garuda Emirsyah Satar mengatakan, sekitar 20% dari estimasi jumlah pengguna kartu kredit Standar Chartered sekitar 400 ribu orang yang memanfaatkan program ini. Perkiraan pengeluaran rata-rata setiap orang mencapai US$ 200 untuk membeli tiket pesawat.

"Dengan 20% dari 400.000 pemilik kartu kredit Standard Chartered sudah bisa mencapai US$ 16 juta,” kata Emir di sela-sela acara penandatangan MoU antara Stanchart dengan Garuda di Singapura, Senin (9/4/2012).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Dia menambahkan, kerjasama dengan Stanchart ini merupakan lanjutan dari sebelumnya terkait transaksi pemesanan sepuluh pesawat Boeing 737-800 Next Generation. Sepuluh pesawat ini akan disewa oleh Garuda Indonesia dari Pembrokade Lease France Sas, salah satu anak perusahaan Stanchart yang bergerak di bidang penyewaan pesawat terbang, pembiayaan, dan manajemen.

Dia optimistis jaringan Stanchart akan mendukung bisnis penerbangan perseroan. "Perluasan kerjasama ini memulai pemasaran internasional Garuda. Tahun ini kita juga akan ada penambahan sebanyak 22 pesawat, delapan pesawat di antaranya untuk Citilink," ujarnya.

Ia menuturkan, dengan perkiraan pertumbuhan ekonomi nasional setiap tahun rata-rata sebesar 5,8%, Indonesia berpotensi menjadi salah satu destinasi wisata di wilayah Asia.

Untuk menopang kebutuhan meningkatnya perjalanan udara, Garuda juga telah membuka rute baru seperti Jakarta-Taipei yang direncanakan Mei 2012, dan Denpasar–Haneda pada April 2012.

Ada juga penambahan rute untuk domestik dengan tujuan Kalimantan, Sulawesi, dan Papua. Selain itu, ada peningkatan frekuensi penerbangan Jakarta–Tokyo dalam waktu sehari tiga kali. "Ada rute baru dan peningkatan frekuensi penerbangan," sebutnya.

(ang/ang)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads