Demikian disampaikan Direktur Penilaian Perusahaan BEI, Eddy Sugito di kantornya, Selasa (10/4/2012). "Banyak yang pasti. Di bawah Rp 20 triliun," tuturnya.
Meski dokumen permohonan obligasi menumpuk, Eddy enggan menyebut rinci masing-masing perusahaan yang akan menerbitkan surat utang. Dua diantara banyak perusahaan yang menerbitkan obligasi adalah PT Atlas Resources Tbk (ARII) dan PT Citra Marga Nusaphala Tbk (CMNP).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sebelumnya Direktur tak terafiliasi ARII Dono Boestami, menyebutkan obligasinya siap meluncur dalam waktu dekat. Kabar pasar menyebut nilai obligasi ARII sekitar Rp 1 triliun. "Kami memang minta di-rating Pefindo tapi proses obligasi," terangnya.
Direktur Operasi CMNP Hudaya Ariyanto pernah menyebut, siap menerbitkan surat utang Rp 1,5 triliun. Perseroan kini tengah menggelar seleksi (beauty contest) untuk menentukan penjamin emisi atas surat utang tersebut.
Dana obligasi sebagian besar digunakan untuk ekspansi, berupa akuisisi dua ruas tol baru di Jakarta. Perseroan kini tengah mengikut due dilligence atas pembelian konsesi dua ruas tol tersebut.
Eddy menegaskan, sebagian besar penerbitan obligasi bertujuan untuk refinancing surat utang sebelumnya yang jatuh tempo dari perusahaan. Refinancing biasa dilakukan oleh perusahaan pembiayaan (multifinance).
Berdasarkan data yang dihimpun detikFinance, memang banyak perusahaan yang memproses obligasi. Yang sudah meluncur diantaranya PT Indomobil Finance Indonesi dengan nilai obligasi Rp 750 miliar, kemudian PT Federal International Finance (FIF) Rp 2 triliun.
Sementara peruahaan yang baru berniat mengeluarkan obligasi adalah PT Agung Podomoro Land Tbk (APLN) Rp 1 triliun, PT Pegadaian (Persero) Rp 1 triliun. BUMN perbankan PT Bank Tabungan Negara Tbk juga melakukan hal yang sama. Obligasi BTN rencananya senilai minimal Rp 2 triliun. Bank DKI juga tak mau ketinggalan, obligasi yang rencananya terbit Juni 2012 senilai Rp 1,7 triliun.
Terdapat pula perusahaan besar yang berniat menerbitkan obligasi. PT Indofood Sukses Makmur Tbk (INDF) diketahui tengah memproses rating obligasi terbaru. Obligasi INDF bertujuan untuk refinancing obligasi sebelumnya tahun 2007 sebesar Rp 1,964 triliun yang jatuh tempo.
(wep/ang)











































