Mengawali perdagangan pagi tadi, IHSG dibuka turun 19,971 poin (0,49%) ke level 4.129,528 akibat koreksi yang terjadi di pasar saham global dan regional. Aksi jual langsung marak terjadi.
Aksi ambil untung marak terjadi sejak pembukaan perdagangan. Indeks sempat jatuh ke posisi terendahnya di 4.111,763 dan tak mampu balik ke zona hijau.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sembilan sektor industri di lantai bursa terkena koreksi, dipimpin indeks tambang yang melemah lebih dari 2,38%. Satu sektor masih bisa menguat, yaitu sektor konsumer.
Kemarin, asing menempatkan dananya kembali di lantai bursa. Hari ini, para pemodal asing kembali melakukan aksi ambil untung dengan melepas saham.
Perdagangan hari ini berjalan cukup ramai dengan frekuensi transaksi mencapai 80.429 kali pada volume 5,577 juta lot saham senilai Rp 2,358 triliun. Sebanyak 67 saham naik, sisanya 205 saham turun, dan 73 saham stagnan.
Pergerakan bursa-bursa di Asia tidak menggembirakan sejak pagi tadi, masih kompak berjalan di zona merah. Bahkan, koreksinya semakin siang semakin besar.
Berikut kondisi bursa-bursa di regional hingga siang hari ini:
- Indeks Komposit Shanghai turun 7,12 poin (0,31%) ke level 2.298,74.
- Indeks Hang Seng anjlok 263,58 poin (1,29%) ke level 20.092,66. Â
- Indeks Nikkei 225 jatuh 135,17 poin (1,42%) ke level 9.402,85. Â
- Indeks Straits Times ambles 30,41 poin (1,02%) ke level 2.952,03. Â
Saham-saham yang naik signifikan dan masuk dalam jajaran top gainers diantaranya Hero Supermarket (HERO) naik Rp 1.200 ke Rp 7.300, Indospring (INDS) naik Rp 650 ke Rp 5.650, Lion Metal (LION) naik Rp 450 ke Rp 7.050, dan Gudang Garam (GGRM) naik Rp 400 ke Rp 57.200.
Sementara saham-saham yang turun cukup dalam dan masuk dalam kategori top losers antara lain Astra Internasional (ASII) turun Rp 950 ke Rp 73.150, Bukit Asam (PTBA) turun Rp 850 ke Rp 19.400, Indo Tambangraya (ITMG) turun Rp 750 ke Rp 43.250, dan Fastfood (FAST) turun Rp 600 ke Rp 14.100.
(ang/dru)











































