Krisis Eropa Kembali 'Menghangat,' IHSG Turun 19 Poin

Krisis Eropa Kembali 'Menghangat,' IHSG Turun 19 Poin

- detikFinance
Rabu, 11 Apr 2012 16:12 WIB
Krisis Eropa Kembali Menghangat, IHSG Turun 19 Poin
Jakarta - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) terpangkas 19 poin akibat aksi ambil untung di saham-saham unggulan. Aksi tersebut dipicu krisis Eropa yang kembali muncul akibat imbal hasil Spanyol.

Sementara nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) ditutup menguat di posisi Rp 9.150 per dolar AS dibandingkan penutupan perdagangan kemarin di Rp 9.160 per dolar AS.

Mengawali perdagangan pagi tadi, IHSG dibuka turun 19,971 poin (0,49%) ke level 4.129,528 akibat koreksi yang terjadi di pasar saham global dan regional. Aksi jual langsung marak terjadi.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Aksi ambil untung marak terjadi sejak pembukaan perdagangan. Indeks sempat jatuh ke posisi terendahnya di 4.111,763 dan tak mampu balik ke zona hijau.

Pada penutupan perdagangan sesi I, IHSG ambles 33,536 poin (0,81%) ke level 4.116,263 akibat maraknya tekanan jual oleh investor lokal dan asing. Hanya sektor konsumer yang masih mampu menguat.

Indeks sama sekali tak mampu keluar dari zona merah meskipun aksi beli di menit-menit terakhir bisa memperlambat laju koreksi indeks.

Mengakhiri perdagangan, Rabu (11/4/2012), IHSG ditutup terpangkas 19,786 poin (0,48%) ke level 4.130,013. Sementara Indeks LQ 45 ditutup melemah 3,471 poin (0,48%) ke level 708,208.

Delapan dari sepuluh sektor industri di lantai bursa terkena koreksi, dipimpin indeks tambang yang melemah lebih dari 2,38%. Dua sektor berhasil menguat, yaitu sektor konsumer dan manufaktur.

Pemicu aksi jual itu adalah krisis utang Eropa yang kembali memanas akibat imbal hasil surat utang Italia dan Spayol terus meninggi. Dua negara tersebut memegang peran penting dalam krisis, layaknya Yunani.

Kemarin, asing menempatkan dananya kembali di lantai bursa. Hari ini, para pemodal asing kembali melakukan aksi ambil untung dengan melepas saham.

Transaksi investor asing hingga sore hari ini terpantau melakukan penjualan bersih (foreign net sell) senilai Rp 436,468 miliar di pasar reguler dan negosiasi.

Perdagangan hari ini berjalan cukup ramai dengan frekuensi transaksi mencapai 134.791 kali pada volume 9,742 juta lot saham senilai Rp 4,506 triliun. Sebanyak 89 saham naik, sisanya 191 saham turun, dan 92 saham stagnan.

Bursa saham China menjadi satu-satunya bursa di regional yang mampu menguat sore ini. Sisanya, masih terjebak di jeratan jaring negatif.

Berikut situasi dan kondisi bursa-bursa di Asia sore hari ini:

  • Indeks Komposit Shanghai naik tipis 3,06 poin (0,13%) ke level 2.308,92.  
  • Indeks Hang Seng anjlok 215,57 poin (1,06%) ke level 20.140,67.
  • Indeks Nikkei 225 melemah 79,28 poin (0,83%) ke level 9.458,74.  
  • Indeks Straits Times turun 26,61 poin (0,89%) ke level 2.955,83.  

Saham-saham yang naik signifikan dan masuk dalam jajaran top gainers diantaranya Gudang Garam (GGRM) naik Rp 1.750 ke Rp 58.550. Lion Metal (LION) naik Rp 1.000 ke Rp 7.600, Hero Supermarket (HERO) naik Rp 1.000 ke Rp 7.100, dan Lionmesh (LMSH) naik Rp 750 ke Rp 6.200.

Sementara saham-saham yang turun cukup dalam dan masuk dalam kategori top losers antara lain Bukit Asam (PTBA) turun Rp 1.050 ke Rp 19.200, Astra Internasional (ASII) turun Rp 800 ke Rp 73.300, Indo Tambangraya (ITMG) turun Rp 750 ke Rp 43.250, dan Fastfood (FAST) turun Rp 600 ke Rp 14.100.

(ang/dru)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads