PT Jasa Marga Tbk (JSMR) mengaku tidak bisa memaksa pengendara menggunakan e-Toll Card pada Gerbang Tol Otomatis (GTO). Yang bisa dilakukan adalah seruan dan sosialisasi manfaat transaksi tanpa uang ini. Alasannya, tidak seluruh pengguna tol selalu melintasi ruas yang sama.
"Tidak semua pengguna tol itu Commuter (pelanggan). Kalau yang sesekali lewat?," jelas Kepala Bagian Komunikasi Perusahaan, Jasa Marga Wasta kepada detikFinance di Jakarta, Rabu (18/4/2012).
Anggota Dewan Perwakilan Rakyat (DPR), menurut Wasta pun pernah mengusulkan agar penggunaan e-Toll Card tidak lagi bersifat ajakan, melainkan paksaan. Namun hingga kini baik baik Jasa Marga atau Bank Mandiri selaku pengelola e-Toll Card masih menerapkan sistem ajakan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Juni sudah 30% pengguna pakai e-Toll. Transaksi sampai akhir tahun mencapai 20 juta transaksi," kata Direktur Utama Bank Mandiri Zulkifli Zaini beberapa waktu lalu.
Menteri BUMN, Dahlan Iskan bahkan selalu rewel saat antrian panjang terjadi di pintu tol. Ini terbukti dengan aksi menggratiskan pengendara di dua pintu tol, Senayan milik Jasa Marga dan Ancol Barat milik PT Citra Marga Nusaphala Persada Tbk (CMNP). (wep/ang)











































