Mengawali perdagangan pagi tadi, IHSG dibuka bertambah 14,901 poin (0,35%) ke level 4.172,266 membuntuti penguatan Wall Street semalam. Krisis utang Eropa sedikit reda setelah imbal hasil obligasi Spanyol menurun.
Efek sentimen positif dari global dan regional tersebut hanya sebentar saja. Setelah mendaki ke posisi tertingginya di 4.185,208 indeks langsung melambat, bahkan sempat terpleset ke zona merah di 4.156,613.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Saham-saham tambang diburu dan memimpin penguatan di pasar saham. Sayangnya, banyak aksi ambil untung di saham-saha lapis dua yang kemarin sudah naik tinggi.
Indeks sektor aneka industri terkena koreksi paling tajam hari ini, diikuti sektor industri dasar, konsumer dan finansial. Hanya tiga sektor yang masih mampu menguat.
Investor asing masih melakukan aksi tunggu hingga siang ini, total transaksinya tidak setinggi perdagangan kemarin. Pemodal asing sudah melakukan penjualan bersih dengan nilai yang tipis di siang ini.
Perdagangan hari ini berjalan moderat dengan frekuensi transaksi mencapai 72.329 kali pada volume 5,104 juta lot saham senilai Rp 2,488 triliun. Sebanyak 131 saham naik, sisanya 108 saham turun, dan 101 saham stagnan.
Bursa-bursa di regional masih kompak bertahan di zona hijau, dengan poin yang dicetaknya makin lama makin tinggi. Bursa saham Jepang memimpin penguatan pasar regional.
Berikut kondisi bursa-bursa di Asia hingga siang hari ini:
- Indeks Komposit Shanghai menanjak 31,13 poin (1,33%) ke level 2.366,11. Â
- Indeks Hang Seng menguat 246,55 poin (1,20%) ke level 20.808,86. Â
- Indeks Nikkei 225 melonjak 182,16 poin (1,92%) ke level 9.646,87. Â
- Indeks Straits Times menguat 16,60 poin (0,56%) ke level 3.003,19. Â
Saham-saham yang naik signifikan dan masuk dalam jajaran top gainers diantaranya Indo Tambangraya (ITMG) naik Rp 900 ke Rp 41.950, United Tractor (UNTR) naik Rp 500 ke Rp 31.100, Gema Grahasarana (GBTO) naik Rp 330 ke Rp 1.850, dan Nippon Indosari (ROTI) naik Rp 275 ke Rp 3.875.
Sementara saham-saham yang turun cukup dalam dan masuk dalam kategori top losers antara lain Gudang Garam (GGRM) turun Rp 1.500 ke Rp 57.150, Indomobil (IMAS) turun Rp 750 ke Rp 17.150, Nipress (NIPS) turun Rp 250 ke Rp 3.600, dan Hero Supermarket (HERO) turun Rp 175 ke Rp 4.975.
(ang/dru)











































