Atas format baru tersebut, tersiar kabar, beberapa calon kuat direksi BEI berlomba menyambangi gedung Soemitro yang tidak lain adalah markas otoritas pasar modal tertinggi, Bapepam-LK. Sumber detikFinance di Bapepam-LK mengatakan, para calon yang mulai melancarkan lobi ke Nurhaida selaku Ketua Bapepm-LK dan juga Ketua Komite pemilihan.
"Sudah ada yang datang untuk lobi. Mereka dari yang ada (direksi Incombent)," katanya di Jakarta, Kamis (19/4/2012)
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Saat dikonfirmasi, Nurhaida enggan berkomentar. "Kalau itu saya no comment. Kalaupun ada yang datang dan bukan berarti seperti itu," terangnya.
Ia pun menyebut, hingga kini belum ada satu pihakpun yang mendaftarkan secara resmi sebagai calon direksi BEI. Para pihak yang merasa mampu dan memiliki dukungan yang cukup dari sekuritas (Anggota Bursa) masih memiliki kesempatan untuk daftar sampai batas waktu 2 Mei 2012.
"Calon direksi BEI belum ada yang masuk. Karena dalam ketentuan mereka masih punya kesempatan sampai 2 Mei," tambahnya.
Sebagai Ketua Komite, Nurhaida pun ingin calon yang mendaftar adalah mereka yang berpengalaman dan mampu membawa industri pasar modal lebih baik. Pekerjaan rumah yang sudah dititipkan Nurhaida adalah peningkatan jumlah investor dan jumlah emiten yang tercatat.
"Tugasnya meningkatkan jumlah emiten. Jangan segini-segini saja. Juga menambah jumlah investor. Yang sekarang belum signifikan," ucapnya.
"Kita ingin yang bagus dan terbaik," tegas Nurhaida. Ia pun tidak menutup kemungkinan paket direksi BEI non incumbent dapat terpilih selama memenuhi kriteria yang telah ditentukan.
"Tidak harus, yang berpengalaman yang masih menjabat. Bisa dari luar. Kita objektif kan kita independen," imbuhnya.
Hingga kini, Komite pemilihan direksi BEI belum dibentuk. Komite akan dibentuk pada rentan bulan Mei. "Komite nanti dibentuk berdasarkan SK Bapepam-LK. Bisa setelah atau sebelum itu (2 Mei). Namun setelah calon masuk, kita lakukan fit and proper," pungkas Nurhaida.
(wep/ang)











































