Membuka perdagangan, IHSG melemah tipis 4,186 poin (0,11%) ke level 4.162,051 terkena sentimen melemahnya Wall Street semalam. Bursa-bursa di Asia juga belum terlalu semangat, bergerak dalam rentang yang tipis.
Indeks sama sekali tak menyentuh zona hijau akibat aski ambil untung yang lumayan banyak terjadi di saham-saham lapis dua. Indeks terus bergerak ke bawah dan sempat menyentuh 4.146,415.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Saham-saham di sektor infrastruktur menjadi satu-satunya penopang jatuhnya bursa saham denganpenguatan lebih dari satu persen. Saham-saham lapis dua, terutama di sektor aneka industri menyeret indeks ke zona merah dengan koreksi yang cukup tinggi.
Investor asing masih melakukan aksi wait and see, terlihat dari nilai transaksi asing yang masih tipis. Hingga siang ini, asing sudah membukukan pembelian bersih dengan nilai sangat tipis.
Perdagangan hari ini berjalan cukup sepi dengan frekuensi transaksi mencapai 77.790 kali pada volume 4,392 juta lot saham senilai Rp 1,734 triliun. Sebanyak 100 saham naik, sisanya 141 saham turun, dan 91 saham stagnan.
Bursa-bursa di Asia berbalik arah ke zona merah, padahal pagi tadi banyak yang berkutat di teritori positif. Hanya bursa Hong Kong yang masih bertahan dengan penguatan tipis.
Berikut situasi di bursa-bursa Asia hingga siang hari ini:
- Indeks Komposit Shanghai menipis 3,28 poin (0,14%) ke level 2.377,57. Â
- Indeks Hang Seng naik tipis 75,76 poin (0,36%) ke level 20.856,49. Â
- Indeks Nikkei 225 melemah 85,47 poin (0,88%) ke level 9.581,79. Â
- Indeks Straits Times turun tipis 1,65 poin (0,05%) ke level 2.998,93. Â
Sementara saham-saham yang turun cukup dalam dan masuk dalam kategori top losers antara lain Astra Internasional (ASII) turun Rp 1.150 ke Rp 72.700, Gudang Garam (GGRM) turun Rp 500 ke Rp 57.100, United Tractor (UNTR) turun Rp 450 ke Rp 30.950, Mayora (MYOR) turun Rp 250 ke Rp 19.850.
(ang/dru)











































