Mengawali perdagangan pagi tadi, IHSG bertambah 3,399 poin (0,08%) ke level 4.167,115 meski dibayangi kekhawatiran krisis utang Eropa dan melemahnya bursa Asia. Pelaku pasar masih berhati-hati sambil lakukan aksi beli selektif.
Indeks bergerak fluktuatif dalam rentang yang tipis. Investor masih belum bersemangat karena situasi ekonomi dunia yang belum kondusif.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Indeks bolak-balik antara zona merah dan hijau sebelum akhirnya istirahat siang. Rentang pergerakannya masih sangat tipis. Saham-saham komoditas terkena koreksi akibat ambil untung.
Sedangkan saham-saham lapis dua yang kemarin sudah terkoreksi kini mulai diburu kembali. Aksi beli banyak dilakukan investor asing, sementara pemodal domestik ambil untung di akhir pekan
Perdagangan hari ini berjalan cukup sepi dengan frekuensi transaksi mencapai 77.790 kali pada volume 4,392 juta lot saham senilai Rp 1,734 triliun. Sebanyak 100 saham naik, sisanya 141 saham turun, dan 91 saham stagnan.
Mayoritas bursa-bursa di Asia terkena koreksi akibat sentimen negatif krisis utang Eropa. Hanya bursa saham China yang masih mampu menguat.
Berikut kondisi bursa-bursa di regional hingga siang hari ini:
- Indeks Komposit Shanghai naik 14,29 poin (0,60%) ke level 2.392,92. Â
- Indeks Hang Seng turun 50,87 poin (0,24%) ke level 20.944,14. Â
- Indeks Nikkei 225 melemah 32,94 poin (0,34%) ke level 9.555,44.
- Indeks Straits Times menipis 5,93 poin (0,20%) ke level 3.002,28. Â
Sementara saham-saham yang turun cukup dalam dan masuk dalam kategori top losers antara lain Merck (MERK) turun Rp 1.000 ke Rp 148.000, Bayan (BYAN) turun Rp 400 ke Rp 16.550, HM Sampoerna (HMSP) turun Rp 350 ke Rp 54.000, dan Elang Mahkota (EMTK) turun Rp 275 ke Rp 4.025.
(ang/dnl)











































