Menurut Deputi Privatisasi dan Perencanaan Strategis Kementerian BUMN, Pandu Djajanto, privatisasi Semen Baturaja adalah satu dari lima rencana yang disiapkan pemerintah.
"Kita memang rencana lima (IPO). Untuk BUMN murni PT Semen Baturaja. Proses masih berjalan. Ini satu kali dengar pendapat lagi dengan Komisi VI. Mudah-mudan kuartal III," kata Pandu di kantornya, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jumat (20/4/2012).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Namun, Pandu tidak mau menyebut detail jadwal pelaksanaan IPO PTPN VII. "Kita lihat posisi dan kita ukur. Proses kan sekitar empat bulan. Setelah empat bulan, investor gimana. Lihat situasi dan waktu juga," tambahnya.
Untuk itu, ia berharap ada dukungan dari Kementerian dan Lembaga terkait seperti Kemenkeu dan Kemenhumham untuk menyelaraskan proses holding BUMN perkebunan.
"Kami harap Kemenkeu dan Humham kerja samanya bisa sesegera mungkin. Perkebunan finalisasi dan di semester I jadi," tegas Pandu.
Sisa rencana IPO yang belum disebutkan, adalah anak usaha BUMN. Yang santer terdengar adalah anak usaha Pertamina, PT Pertagas dan PT Pertamina Drilling Services Indonesia. Kemudian ada pula PT Prima Layanan Nasional (PLN) Enjiniring, anak usaha PLN dan PT Krakatau Wajatama, anak usaha PT Krakatau Steel Tbk (KRAS).
Untuk IPO anak usaha BUMN, Kementerian tidak dapat mengintervensi lebih jauh. "Itu tanyakan ke pemegang sahamnya," imbuhnya.
(wep/ang)











































