Direktur Utama Telkom Rinaldi Firmansyah pun mengaku tidak meminta atau mengharapkan bantuan dari Menteri BUMN, Dahlan Iskan dalam penjualan Patrakom, seperti pada penjualan saham PT Garuda Indonesia Tbk (GIAA) milik tiga sekuritas BUMN.
"Tidaklah. Ini kecil, masa merepotkan pak Dahlan (Iskan, Menteri BUMN). Kalau Garuda memang pantas," kata Rinaldi di gedung Bursa Efek Indonesia (BEI), Senin (23/4/2012).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Dua-duanya di bidang ICT," tambahnya. Meski demikian Rinaldi bungkam saat ditanyakan target harga Patrakom yang manajemen TLKM inginkan.
"Kita punya FA (Financial Advisor) dan memberikan harga sesuai kisaran," tegasnya.
"Kontribusi laba ke Telkom kecil sekali. Kalau besar, tidak akan dilepas. Paling hanya dibawah 5% dari total Telkom. Ini bukan jual tidak butuh. sekali mau jual, kita tetap jual," paparnya.
Seperti diketahui sebelumnya, BUMN telekomunikasi ini menargetkan perolehan dana sekitar Rp 500 miliar dari penjualan anak usahanya, Patrakom dan PT Citra Sari Makmur (CSM). Divestasi keduanya diharapkan rampung di triwulan-III 2010.
Menurutnya, beberapa perusahaan yang berminat ini ada yang bergerak pada industri telekomunikasi dan investasi. Meski sudah memasang target penjualan, namun ia mengaku belum satupun dari perusahaan yang berminat tersebut melakukan penawaran. Dalam aksi korporasi ini, perusahaan pelat merah itu sudah menunjuk PT Bahana Securities.
Telkom saat ini memiliki 40% saham di Patrakom. Sedangkan di CSM, hanya 25%. Pelepasan ini dilakukan agar perseroan fokus pada inti bisnis perseroan, hingga tidak terjadi tumpang-tindih di antara anak usaha perseroan lainnya.
Kedua anak usaha Telkom ini melayani bidang jasa akses satelit (v-sat). Eko juga belum bersedia menyebutkan harga penawaran yang diajukan Telkom terhadap anak usahanya ini. Valuasi harga, lanjutnya, masih terus dihitung.
(wep/ang)











































