Marak Aksi Ambil Untung, IHSG Terpangkas 16 Poin

Marak Aksi Ambil Untung, IHSG Terpangkas 16 Poin

- detikFinance
Jumat, 27 Apr 2012 16:10 WIB
Marak Aksi Ambil Untung, IHSG Terpangkas 16 Poin
Jakarta - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menutup akhir pekan dengan melemah 16 poin. Maraknya aksi ambil untung di saham-saham blue chip menggerus indeks.

Sementara nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) ditutup menguat di posisi Rp 9.180 per dolar AS dibandingkan penutupan perdagangan kemarin di Rp 9.185 per dolar AS.

Membuka perdagangan pagi tadi, IHSG bertambah 1,489 poin (0,03%) ke level 4.181,795 meski marak sentimen positif dari pasar global. Pelaku pasar masih diselimuti sentimen krisis Eropa.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Indeks cuma bertahan sebentar di zona hijau, setelah sampai di level 4.189,450 indeks langsung ambles ke zona merah. Posisi tertinggi yang bisa diraih indeks hari ini di level 4.180,671.

Pada penutupan perdagangan sesi I, IHSG menipis 8,511 poin (0,21%) ke level 4.171,795 akibat aksi jual di saham-saham unggulan yang kemarin sudah naik cukup tinggi. Saham lapis dua mencoba menahan indeks di teritori positif.

Aksi beli jelang penutupan pun gagal mengantarkan indeks ke zona merah. Namun lumayan mengurangi koreksi indeks yang sempat jatuh ke posisi terendahnya di 4.155,336.

Menutup perdagangan akhir pekan, Jumat (27/4/2012), IHSG terpangkas 16,325 poin (0,39%) ke level 4.163,981. Sementara Indeks LQ45 terkoreksi 3,806 poin (0,53%) ke level 708,390.

Aksi ambil untung langsung terjadi di saham-saham unggulan yang kemarin sudah naik cukup tinggi. Alhasil, indeks tak mampu bertahan lama di teritori positif.

Beberapa saham lapis dua masih ada yang mampu menguat, seperti indeks infrastruktur naik lebih dari 2,2%. Sehingga koreksi yang diderita indeks tidak terlalu dalam.

Transaksi di lantai bursa naik signifikan gara-gara transaksi pembelian saham oleh CT Corp yang difasilitasi Credit Suisse senilai Rp 1,53 triliun di pasar negosiasi.

Tanpa transaksi tersebut, investor asing tercatat melakukan penjualan bersih (foreign net sell) di pasar reguler, nilainya mencapai Rp 431,83 miliar.

Perdagangan hari ini berjalan cukup ramai dengan frekuensi transaksi mencapai 128.106 kali pada volume 14,723 juta lot saham senilai Rp 7,396 triliun. Sebanyak 106 saham naik, sisanya 153 saham turun, dan 102 saham stagnan.

Bursa-bursa di Asia kompak berjatuhan ke zona merah, padahal pagi tadi masih ada yang mampu bertahan di teritori positif. Koreksi terbanyak diderita pasar saham Jepang.

Berikut situasi dan kondisi bursa-bursa di regional sore ini:
  • Indeks Komposit Shanghai melemah 8,38 poin (0,35%) ke level 2.396,32.  
  • Indeks Hang Seng turun 68,26 poin (0,33%) ke level 20.741,45.  
  • Indeks Nikkei 225 berkurang 40,94 poin (0,43%) ke level 9.520,89.  
  • Indeks Straits Times menipis 2,39 poin (0,08%) ke level 2.979,08.  

Saham-saham yang naik signifikan dan masuk dalam jajaran top gainers diantaranya Multi Bintang (MBLI) naik Rp 40.000 ke Rp 530.000, Delta Jakarta (DLTA) naik Rp 3.000 ke Rp 158.000, Telkom (TLKM) naik Rp 500 ke Rp 8.500, dan Merck (MERK) naik Rp 500 ke Rp 148.500.

Sementara saham-saham yang turun cukup dalam dan masuk dalam kategori top losers antara lain Gudang Garam (GGRM) turun Rp 2.250 ke Rp 58.350, Indo Tambangraya (ITMG) turun Rp 700 ke Rp 42.300, Indomobil (IMAS) turun Rp 450 ke Rp 17.300, dan Bank Danamon (BDMN) turun Rp 400 ke Rp 5.900.
(ang/dru)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads