Dalam keterangan tertulis BRAU pada keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia, Senin (30/4/2012), penjualan sejatinya meningkat 9% menjadi US$ 368,565 juta, dibanding periode yang sama tahun lalu.
Namun kenaikan beban penjualan 18,7% membawa laba kotor perseroan terperosok. Hingga Maret laba ini turun 6%. Beban operasi juga menurun 59%, hingga membawa laba usaha berkurang menjadi hanya US$ 94,03 juta. Laba usaha turun 17% dibandingkan triwulan I-2011 lalu.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Laba per saham triwulan I-2012 pun tercatat US$ 0,0003 per lembar, turun dari periode sebelumnya US$ 0,0010 per saham.
(wep/ang)











































