PT Garuda Indonesia Airlines Tbk (GIAA) akhirnya membukukan laba US$ 4,9 juta (Rp 44 miliar) di triwulan I-2012, setelah pada periode yang sama tahun-tahun sebelumnya selalu merugi karena sepinya penumpang.
Menurut Direktur Utama GIAA, Emirsyah Satar, laba komprehensif periode berjalan ini merupakan prestasi. Setelah pada triwulan I-2012 meraih rugi US$ 19,34 juta. "Kita berhasil membukukan laba, setelah tahun lalu rugi US$ 19,34 juta," kata Emir di Jakarta, Senin (30/4/2012).
Laba ditopang oleh raihan pendapatan yang mencapai US$ 717,45 juta di triwulan I-2012. Pendaparan naik 23% dari periode sebelumnya US$ 583,3 juta. Pada periode sebelumnya perseroan mengaku selalu menghadapai low season di triwulan I-2012.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Posisi kapasitas produksi (available seat kilometer/ASK) juga naik menjadi 8,57 miliar dari periode sebelumnya 7,35 miliar. "Yield per penumpang naik 9,55% menjadi US$9,41 sen dibanding periode yang sama tahun lalu US$8,59 sen," tegas Emir.
Pada kesempatan yang sama mewakili karyawan Garuda Indonesia Ikhwan Zulhidzan, memberikan apresiasi penuh kepada para pemegang saham dan bersyukur RUPST Garuda telah berjalan baik dan lancar.
"Kami menyampaikan apresiasi kepada pemegang saham yang telah menetapkan direksi Garuda yang baru, yang terdiri dari angkatan muda dan kredible sehingga program transformasi di Garuda Indonesia akan dapat berlanjut dengan baik," katanya.
"Kami seluruh karyawan Garuda akan mendukung sepenuhnya program-program pengembangan Garuda ke depan dengan semangat one team, one spirit, one goal. Kami berharap tidak ada lagi pihak-pihak yang mengganggu program pengembangan Garuda ke depan," tutupnya.










































