Dahlan usul agar kelebihan daya pembangkit listrik yang dimiliki oleh pabrik Kertas Leces bisa dimanfaatkan dengan cara dijual kepada PLN untuk tambahan penghasilan.
"Sebagian dijual ke PLN, Kertas Leces punya penghasilan untuk bayar gaji. Dengan demikian tidak ngemis terus. Karena boiler itu bisa membangkitkan listrik 60 MW (Mega Watt). Karena turbinnya banyak yang lama, maka kira kira yang bisa jual 20 sampai 30 MW, 30 MW (sisanya) untuk harian (operasional)," kata Dahlan di kantornya, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta, Senin (30/4/2012).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kita kasih uang juga tutup lagi, kendalanya kelihatannya di bahan baku (BBM dan gas), tidak efisien,β sebutnya.
Seperti diketahui, pabrik Kertas Leces berhenti produksi sejak Mei 2010 lalu, karena PGN menghentikan pasokan gasnya, lantaran menunggak utang Rp 41 miliar.
Kertas Leces adalah BUMN kertas tertua kedua setelah pabrik kertas Padalarang yang dibangun pada masa penjajahan Belanda pada tahun 1939.
(feb/ang)











































