Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) jatuh hampir 2% akibat aksi jual masif. Bursa-bursa di regional juga berguguran akibat sentimen negatif dari pasar global.
Membuka perdagangan awal pekan, IHSG jatuh 39,765 poin (0,95%) ke level 4.176,916 setelah mendapat sentimen negatif dari pasar global. Investor langsung mengambil untung atas posisi IHSG yang sudah cukup tinggi pekan lalu.
Indeks langsung ambles di zone merah tanpa harapan bangkit ke teritori positif karena koreksinya yang cukup tinggi. Aksi lepas saham banyak dilakukan investor akibat maraknya sentimen negatif.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pada penutupan perdagangan sesi I, Jumat (4/5/2012), IHSG jatuh 80,926 poin (1,92%) ke level 4.135,755. Sementara Indeks LQ45 ambles 14,952 poin (2,09%) ke level 701,264.
Seluruh indeks sektoral di lantai Bursa Efek Indonesia (BEI) melemah, koresinya cukup dalam, rata-rata lebih dari dua persen. Tak satu pun sektor yang mampu menanjak.
Aksi jual banyak dilakukan investor domestik, sementara asing lebih pilih wait and see. Meski demikian, transaksi asing hingga siang ini sudah tercatat melakukan penjualan bersih, tapi nilainya masih tipis.
Perdagangan hari ini berjalan moderat dengan frekuensi transaksi mencapai 58.974 kali pada volume 3,824 juta lot saham senilai Rp 2,095 triliun. Sebanyak 39 saham naik, sisanya 245 saham turun, dan 55 saham stagnan
Bursa-bursa di Asia jatuh semakin dalam hingga siang hari ini. Hasil pemilu Prancis yang sudah memilih Francois Holande sebagai presiden baru disikapi negatif. Pasalnya Holande tidak pernah setuju dengan program penghematan.
Berikut kondisi bursa-bursa di regional hingga siang hari ini:
- Indeks Komposit Shanghai melemah 6,33 poin (0,26%) ke level 2.445,68. Â
- Indeks Hang Seng anjlok 512,86 poin (2,43%) ke level 20.573,14. Â
- Indeks Nikkei 225 jatuh 248,11 poin (2,65%) ke level 9.132,14. Â
- Indeks Straits Times ambles 52,81 poin (1,77%) ke level 2.937,78. Â
Saham-saham yang naik signifikan dan masuk dalam jajaran top gainers diantaranya Multi Prima (LPIN) naik Rp 500 ke Rp 3.025, Lion Metal (LION) naik Rp 300 ke Rp 7.500, Jembo Cable (JECC) naik Rp 255 ke Rp 2.125, dan Sumi Indo (IKBI) turun Rp 250 ke Rp 1.250.
Sementara saham-saham yang turun cukup dalam dan masuk dalam kategori top losers antara lain Astra Internasional (ASII) turun Rp 1.350 ke Rp 71.350, Indo Tambangraya (ITMG) turun Rp 1.000 ke Rp 38.000, Gudang Garam (GGRM) turun Rp 950 ke Rp 57.450, dan United Tractor (UNTR) turun Rp 950 ke Rp 28.350.











































