Direktur Utama Waskita Karya, M. Choliq menerangkan, saham yang dilepas sekitar 30%-35% dari total saham yang dicatat pada pasar modal Indonesia. "Secara legal kami siap," katanya di Jakarta, Rabu (9/5/2012).
Proses teknis IPO, lanjutnya, masih harus menunggu restrukturisasi dengan merubah perusahaan menjadi perusahaan negara utuh, bukan lagi anak usaha dari BUMN. "Kami masih menunggu proses restrukturisasi, baru melakukan IPO," paparnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sebelumnya Dahlan memang menginstruksikan dua BUMN untuk menjadi perusahaan Tbk, yakni Waskita Karya dan Pegadaian. "Baru kirim surat (ke Pegadaian dan Waskita). Saya baru kirim surat, nanti dibalas. Isinya minta persetujuan, dengan ini kami mengirim surat bahwa kami meminta persetujuan," ucap Dahlan kala itu.
Seperti diketahui Waskita memang masih masuk dalam daftar pasien PT Perusahaan Pengelola Aset (PPA). Waskita telah mendapat dana segar Rp 475 miliar di 2010. "Restrukturisasi untuk kembali menjadi perusahaan BUMN memang diperlukan agar Waskita Karya terlihat lebih menarik di mata investor," ucap Choliq.
Hingga kini perusahaan konstruksi ini mencatat kontrak Rp 4 triliun, dimana sebagian proyek didapat dari pemerintah. Pada 2012 manajemen menargetkan kontrak baru sekitar Rp 10 triliun. Ini masih ditambah kontrak ikutan periode sebelumnya (carry over) Rp 5 triliun.
"Total kontrak tahun ini sekitar Rp 16 triliun-Rp 17 triliun," jelasnya.
Dengan raihan kontrak tersebut, Waskita berharap memperoleh pendapatan Rp 10 triliun. "Target ini (Rp 10 triliun) mudah-mudahan bisa dicapai dan bisa lebih baik dari tahun 2011," imbuhnya.
(wep/ang)











































